https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   01 September 2021 - 16:41 wib

Food Rescue, Solusi Kelola Limbah Makanan

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah makanan adalah melalui food rescue.

Food rescue merupakan upaya penyelamatan makanan berlebih yang masih dalam keadaan baik dan layak makan dari potensi terbuang.

Makanan berlebih dari industri Food & Beverage (F&B) diperiksa kembali kualitasnya, dikemas ulang, lalu dibagikan kepada masyarakat yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, seperti kebutuhan akan pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan, atau masyarakat pra-sejahtera.

Upaya ini merupakan salah satu inisiasi yang digalangkan oleh Garda Pangan, wirausaha sosial asal Surabaya yang merupakan salah satu wirausaha sosial binaan Bank DBS Indonesia, yang bertujuan menjadi food bank atau pusat koordinasi makanan berlebih untuk disalurkan kepada masyarakat pra-sejahtera.

Bekerja sama dengan mitra-mitra di industri F&B, Garda Pangan setiap harinya melakukan rescue dengan menjemput makanan yang berlebih yang berpotensi terbuang dari mitra, untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Dari sudut pandang saya yang dulunya seorang pengusaha katering, opsi membuang makanan menjadi pilihan ideal karena cepat, murah, dan praktis untuk dilakukan. Tetapi kegelisahan melihat pembuangan makanan tersebut menggerakkan kami untuk menginisiasi Garda Pangan," kata Dedhy Trunoyudho, Founder Garda Pangan, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Rabu, (01/09/2021).

Tidak hanya memastikan semua potensi limbah tidak berakhir di landfill atau tempat pembuangan akhir, Garda Pangan juga berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat terkait dampak dari makanan berlebih yang terbuang, khususnya di masa pandemi ini.

Berdasarkan data Bappenas tahun 2021, limbah makanan ditaksir menyebabkan kerugian ekonomi sebesar Rp213-551 triliun/tahun atau setara dengan 4-5 persen PDB Indonesia per tahun.

Permasalahan limbah makanan atau food loss and waste tidak bisa dianggap remeh. Pada sektor lingkungan, dalam periode 2000-2019, limbah makanan di Indonesia mencapai 23-48 juta ton/tahun atau setara dengan 115-184 kg/kapita/tahun. Selain itu, dari perspektif sosial, kandungan energi yang hilang akibat limbah makanan diperkirakan setara dengan porsi makan 61-125 juta orang per tahun.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Inilah 5 Makanan Terlezat dan Enak Khas China

Pandemi Covid-19 telah membawa duka yang sepertinya tak berkesudahan. Lebih dari seribu orang m
berita-headline

Empati

Pasien Covid Tak Harus Meninggal, Cukup Terapi Multivitamin

Dokter Estetika Amira Farahnaz, sudah 18 bulan berkutat dalam menangani pasien Covid-19. Tingkat
berita-headline

Viral

Kemenkes Lakukan Audit Vaksinasi COVID-19 Untuk Cegah Penyimpangan

Kementerian Kesehatan menggandeng BPKP dan berbagai pihak untuk melakukan audit secara berkala un
berita-headline

Viral

Pemerintah Klaim Kasus Aktif Covid-19 Turun Signifikan

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan penurunan t
berita-headline

Inersia

Pentingnya Perhatikan Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang marak dibicarakan terutama di masa pandemi saat ini.