https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   01 September 2021 - 17:17 wib

Hasil Investigasi Soal Dugaan 1,3 Juta Data Pengguna eHAC Bocor

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai bagian dari mitigasi untuk melakukan investigasi guna menelusui kembali apakah ada kebocoran data pengguna dari aplikasi eHAC atau Electronic Health Alert Card.

"Data-data yang ada masih tersimpan dengan baik," kata  Anton Setiawan, Jubir BSSN, saat press conference media secara virtual, Jakarta, Rabu, (01/09/2021).

Kepala Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan, Anas Ma'ruf menjelaskan berdasarkan investigasi bersama BSSN bahwa tidak adanya kebocoran.

Sebelumnya, vpnMentor mengungkapkan adanya dugaan kebocoran data sebanyak 1,3 juta pengguna aplikasi eHAC di Indonesia.

"Kemenkes memastikan bahwa data masyarakat yang ada di dalam sistem eHAC, tidak bocor dan dalam perlindungan," ungkap Anas.

Masih menurutnya, pada proses penelurusuran, pihaknya menemukan celah adanya keamanan pada mitra eHAC.

"Kami langsung mengambil tindakan untuk memperbaiki celah keamanan pada mitra eHAC itu," ujarnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Empati

Pasien Covid Tak Harus Meninggal, Cukup Terapi Multivitamin

Dokter Estetika Amira Farahnaz, sudah 18 bulan berkutat dalam menangani pasien Covid-19. Tingkat
berita-headline

Inersia

Pentingnya Perhatikan Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang marak dibicarakan terutama di masa pandemi saat ini.
berita-headline

IXU

Kemungkinan Gelombang Tiga dengan Varian COVID-19 Lambda dan MU

Bagaimana kemungkinan adanya gelombang ketiga di Indonesia dengan varian Lambda dan MU?
berita-headline

Inersia

Mengenal Anuerisma Otak yang Sebabkan Pendarahan

Aneurisma otak mungkin banyak yang belum memahaminya. Namun diperkirakan sekitar 500.000 orang me
berita-headline

Viral

Dokter Reisa, Sudah Vaksin Jangan Abai Prokes

Juru bicara Penanganan covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan