https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   02 September 2021 - 07:12 wib

Kasus Harian Covid-19 Turun, Ahli Beberkan Penyebabnya

Kasus infeksi Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan sejak diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level. Namun dibutuhkan sinergi bersama pemerintah dan masyarakat untuk terus menggeber vaksinasi serta waspada sebab bisa saja kasus Covid-19 kembali melonjak.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukkan kasus positif harian berada di angka 9.604 pada 24 Agustus 2021. Angka tersebut memang sempat merangkak naik menjadi 19.106 sehari setelahnya.

Namun, akhirnya bisa kembali turun pada pada 25 Agustus hingga 29 Agustus 2021 dengan perincian 18.671, 16.899, 12.618, 10.050, dan 7.427.

Begitu pula dengan angka kematian harian akibat infeksi Virus Corona. Dari data yang terdapat di laman covid-19.go.id, kasus harian terkonfirmasi positif tercatat melandai, mulai dari 842 kasus pada 23 Agustus 2021 berturut-turut menjadi 559, 591, dan terakhir 551 pada 29 Agustus 2021.

Meski begitu, Juru Bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Siti Nadia Tarmidzi mengakui masih dibutuhkannya perbanyak testing dan percepat vaksinasi untuk pencegahan kembali virus covid-19.

"Perlu penambahan testing untuk segera mengidentifikasi kasus yang sakit dengan populasi yang sehat sehingga bisa memutuskan penularan Covid-19,” kata Nadia, mengutip siaran resmi KPCPEN pada Rabu (1/9).

Berkaitan penurunan angka tersebut, dr. Faheem Younus yang kerap memberikan edukasi terkait Covid-19 lalu juga ikut angkat bicara.

Melalui akun Twitter, Younus mengungkapkan di samping karena diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), ia mengatakan bahwa terdapat empat faktor lain yang mendasari hal tersebut.

Pertama, yakni penggunaan masker. Kedua, ialah terbentuknya kekebalan pada mereka yang telah sembuh.

Lalu, faktor ketiga adalah semakin banyak masyarakat yang telah mendapat vaksinasi. Untuk itu, pihaknya pun mengimbau agar Indonesia semakin meningkatkan kecepatan vaksinasi.

"Tingkatkan kecepatan vaksinasi atau kasus akan meningkat lagi di daerah baru," cuitnya.


Sementara itu, poin selanjutnya adalah rendahnya pengujian. Meski tak dirinci lebih lanjut mengenai hal tersebut, angka pemeriksaan atau testing Covid-19 di Indonesia ini memang masih memperihatinkan. Dengan demikian, jika kapasitas pelacakan dan tes yang terbatas seperti saat ini, maka akan sulit menjelaskan peran pelacakan dan tes dalam penanggulangan Covid-19, serta belum bisa menggambarkan keadaan riil kasus yang ada di masyarakat.

Terakhir ia juga mengingatkan untuk Indonesia agar tidak jumawa seperti yang terjadi di Amerika Serikat (AS), dimana diketahui usai kasus menurun cepat selama dua bulan, angka penularan virus Covid-19 di wilayah AS kembali tinggi. Lonjakan-lonjakan kasus Corona dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, yang warganya belum divaksinasi sepenuhnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Semangat Vanesha Prescilla Dukung Remaja Vaksin Covid-19

berita-headline

Empati

Yuk, Dukung Gerakan Solidaritas Pekerja Industri Hiburan Terdampak Pandemi

berita-headline

Inersia

Habbatussauda jadi Primadona

Habbatussauda menjadi primadona untuk meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemi. Lantas, apa
berita-headline

Empati

Pasien Covid Tak Harus Meninggal, Cukup Terapi Multivitamin

Dokter Estetika Amira Farahnaz, sudah 18 bulan berkutat dalam menangani pasien Covid-19. Tingkat
berita-headline

Viral

Kemenkes Lakukan Audit Vaksinasi COVID-19 Untuk Cegah Penyimpangan

Kementerian Kesehatan menggandeng BPKP dan berbagai pihak untuk melakukan audit secara berkala un