https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 September 2021 - 02:00 wib

Warga Tambak Lorok di Tengah Rob dan Harapan Hidup Berkelanjutan

Aktivitas warga di tengah banjir rob perkampungan nelayan Tambak Lorok merupakan suatu hal yang biasa. Pemukiman di Semarang, Jawa Tengah ini memang salah satu kawasan langganan banjir rob tiap tahunnya, akibat dari pasang surutnya air laut.

Pantauan redaksi INILAH.COM, ketinggian banjir rob di Tambak Lorok bisa mencapai 30 hingga 60cm.

Lokasi perkampungan yang berbatasan langsung dengan perairan Laut Jawa, dan dilintasi Kali Banger sebelum masuk muara Laut Jawa, memang membuat Tambak Lorok rentan akan banjir.

Menjemur ikan dan sebagian lagi memperbaiki jaring tangkapan ikan yang rusak masih tetap dilakukan layaknya suasana Kampung Nelayan. Hanya jika banjir rob tinggi, biasanya warga sibuk memindahkan barang ke tempat yang lebih tinggi.

Menurut warga, biasanya air mulai masuk ke pemukiman sejak pagi dan baru surut sekitar pukul 14.00 WIB.

Beberapa rumah yang nyaris hilang terendam rob juga menjadi bukti bahwa ada penurunan tanah tiap tahunnya. Hal tersebut dikuatkan dari sejumlah hasil penelitian, bahwa terjadi penurunan tanah di pesisir Jateng mencapai 10cm per tahun.

Sejumlah warga coba mencari solusi dengan meninggikan badan bangunan mulai dari 70cm hingga 1 meter, tetapi diakui warga solusi itu sifatnya sementara, tidak ada yang bisa menjamin kapan penurunan tanah akan berhenti.

Sebetulnya sejak 2015, Pemerintah Kota Semarang telah memasukan Tambak Lorok dalam program Kampung Bahari, program ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembangunan keberlanjutan di kawasan pesisir dengan konsep Kampung Bahari.

Nantinya, Tambak Lorok akan menjadi model percontohan kawasan pesisir lain yang rawan banjir.

Warga pun mengapresiasi berbagai upaya Pemkot yang berencana menjadikan Tambak Lorok terbebas dari banjir rob, sesuai dengan harapan warga agar rob di Tambak Lorok segera surut dan masyarakat bisa kembali beraktivitas normal.

Dalam sebuah kesempatan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui permasalahan rob dan banjir di Jateng memang bukan perkara mudah, dibutuhkan masukan berbagai pihak agar penanganan bisa berjalan.

Meski demikian, Ganjar mengakui bahwa upaya penanganan banjir dan rob di Jateng sudah berjalan.