https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 September 2021 - 02:10 wib

BMW Berencana Kurangi Emisi Karbon Hingga 40 Persen pada 2030

BMW berencana mengurangi emisi karbon pada semua fase penggunaan kendaraan buatan mereka, termasuk proses produksi, setidaknya 40 persen dari level 2019 pada tahun 2030.

Produsen otomotif asal Jerman ini juga ingin meningkatkan proporsi bahan daur ulang yang dapat digunakan kembali dalam pembuatan kendaraan mereka dari 30 persen menjadi 50 persen untuk mencapai target pengurangan emisi karbon.

"Kami berkomitmen pada jalur yang jelas untuk mencapai target 1,5 derajat," kata CEO BMW Oliver Zipse seraya menyebut bahwa langkah perusahaannya itu mengacu pada Perjanjian Paris.

Menurut laporan TechCrunch, mengingat fakta sebagian besar penjualan mobil BMW masih menggunakan mesin pembakaran internal (ICE), perusahaan mengatakan kendaraan yang mereka produksi menyumbang 70 persen dari total jejak CO2.

Pada paruh pertama tahun ini, sekitar 11,44 persen dari total volume penjualan BMW merupakan kendaraan listrik hibrida plug-in (PHEV). Perusahaan menargetkan 1 juta unit di antaranya terjual pada akhir tahun 2021.

Pada kuartal kedua, sudah sekitar 850.000 kendaraan terjual namun untuk mencapai tujuan pengurangan emisi karbon BMW masih perlu meningkatkan penjualan kendaraan rendah atau nol emisi secara serius.

Di sisi lain, BMW belum menetapkan tenggat waktu untuk menghentikan produksi mobil berbahan bakar fosil mengingat masih menghadapi kesulitan atas perluasan kendaraan listrik termasuk kurangnya infrastruktur pengisian daya di seluruh Uni Eropa dan negara lain.

Meski demikian, produsen pembuat mobil telah menetapkan berbagai target keberlanjutan, termasuk menargetkan setidaknya setengah dari penjualan BMW merupakan kendaraan listrik pada 2030 serta mengurangi emisi CO2 per kendaraan dan kilometer yang digerakkan oleh setidaknya setengah dari level 2019 dalam kerangka waktu yang sama.

Saat ini, sama seperti para pesaingnya, BMW telah memperingatkan bahwa pendapatan dalam beberapa bulan mendatang kemungkinan akan terganggu dipicu oleh kekurangan chip semikonduktor dan harga bahan baku, meskipun laporan laba menunjukkan kondisi perusahaan lebih kuat dari yang semula diharapkan dalam hasil kuartalan terbaru.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

BMW M5 Competition Resmi Mengaspal di Indonesia

BMW Indonesia resmi memboyong BMW M5 Competition terbaru, mobil sport yang merupakan kombinasi da