https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 September 2021 - 10:57 wib

Hasil Riset, 54 Persen Calon Pengantin Putuskan Nikah pada 2022

Inersia
berita-headline

istimewa

Pandemi covid-19 berlangsung lebih dari satu tahun belakangan ini. Perubahan banyak terjadi. Dampak pandemi membuat masyarakat harus cepat beradaptasi, termasuk ketika para calon pasangan pengantin ingin menggelar pernikahan.

Menurut hasil riset, ada sekitar 54 persen yang memiliki rencana menikah dalam waktu dekat ternyata memutuskan untuk menggelarnya pada 2022.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei Populix yang dilakukan pada 12-14 Agustus 2021 terhadap 1,002 responden dengan rentang usia 18 – 30 tahun dari berbagai latar belakang sosial dan wilayah di Indonesia, menunjukkan bahwa 40 persen responden yang memiliki pasangan dan belum menikah mengaku memiliki rencana menikah dalam beberapa bulan ke depan.

“Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini telah mendorong perubahan sosial yang menuntut penyesuaian, termasuk dalam hal penyelenggaraan pernikahan. Melihat kondisi ini, Populix,  melakukan riset untuk melihat tren pernikahan di masa pandemi. Kami berharap hasil riset ini dapat digunakan sebagai referensi bagi masyarakat ataupun pihak-pihak yang berkepentingan,” kata Timothy Astandu, Chief Executice Officer (CEO) lembaga riset POPULIX, pada keterangan persnya, Jakarta, Sabtu, (04/09/2021).

Budaya menggelar resepsi kini tidak lagi menjadi pilihan. Hasil riset menunjukkan bahwa mayoritas responden, yaitu sebanyak 36 persen memilih untuk hanya menggelar acara akad nikah tanpa menggelar resepsi. Sementara hanya sebagian kecil saja 14 persen yang memilih untuk tetap menggelar acara akad nikah dan resepsi di masa pandemi.

Situasi serta kebijakan pemerintah dalam hal pembatasan kerumunan dan penerapan protokol kesehatan berdampak pada berbagai penyesuaian di masyarakat seperti perilaku, konsep sosial dan kebiasaan.

Menggelar pesta pernikahan dengan mengadakan serangkaian acara adat serta mengundang banyak tamu merupakan budaya masyarakat Indonesia.

"Selain nilai kekeluargaan dan tradisi yang kuat, pesta pernikahan di masyarakat Indonesia dianggap sebagai salah satu momen terpenting dalam hidup yang patut dirayakan. Namun, dari hasil riset terlihat bahwa situasi pandemi Covid-19 telah memaksa masyarakat kita beradaptasi dan menerima perubahan,” kata Eileen Kamtawijoyo, Chief Operating Officer (COO) Populix.
 
Menariknya, meski telah beradaptasi dalam hal bentuk pelaksanaan acara, jumlah responden yang berencana mengundang tamu di atas 150 orang jumlahnya cukup tinggi yaitu 30 persen dari total responden.

Hanya sekitar 8 persen yang berencana mengundang di bawah 50 tamu undangan. Hal ini menunjukkan bahwa ikatan kekeluargaan di Indonesia sangat kuat sehingga terasa sangat sulit bagi masyarakat untuk hanya mengundang sedikit orang.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Semangat Vanesha Prescilla Dukung Remaja Vaksin Covid-19

berita-headline

Empati

Yuk, Dukung Gerakan Solidaritas Pekerja Industri Hiburan Terdampak Pandemi

berita-headline

Empati

Pasien Covid Tak Harus Meninggal, Cukup Terapi Multivitamin

Dokter Estetika Amira Farahnaz, sudah 18 bulan berkutat dalam menangani pasien Covid-19. Tingkat
berita-headline

Viral

Kemenkes Lakukan Audit Vaksinasi COVID-19 Untuk Cegah Penyimpangan

Kementerian Kesehatan menggandeng BPKP dan berbagai pihak untuk melakukan audit secara berkala un
berita-headline

Viral

Anies Berterima Kasih untuk Keterlibatan Ponpes dalam Proses Vaksinasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung sentra vaksinasi warga yang berlokasi di Po