https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   06 September 2021 - 12:33 wib

Amandemen Jabatan Presiden 3 Periode Berujung Kudeta

Viral
berita-headline

Pengumuman kudeta oleh militer Guinea. Sumber: Guinea TV

Pasukan khusus militer Guinea menggulingkan pemerintahan dan menangkap Presiden Alpha Conde. Kudeta militer itu terjadi akibat adanya amandemen konstitusi pada tahun 2020 yang memperpanjang masa jabatan Presiden menjadi 3 periode.

"Kami tidak akan lagi mempercayakan politik kepada satu orang, kami akan mempercayakan politik kepada rakyat. Guinea itu cantik. Kita tidak perlu memperkosa Guinea lagi, kita hanya perlu bercinta dengannya," kata Kepala pasukan khusus militer Guinea, Letnan Kolonel Mamady Doumbouya, seperti dilansir AFP, Senin (6/9/2021).

Kudeta tersebut dilakukan oleh Pasukan khusus Guinea pada Minggu (5/9/2021). Usai kudeta, militer langsung memberlakukan jam malam dan menutup perbatasan darat dan udara Guinea.

Sebagai informasi, Conde merupakan mantan pemimpin oposisi di negara kawasan Afrika itu. Ia kemudian berhasil menjadi pemimpin pertama Guinea yang terpilih secara demokratis pada tahun 2010 dan kembali terpilih pada 2015.

Sebelum memerintah, Conde pernah dipenjara dan dijatuhi hukuman mati pemerintah sebelumnya.

Naik ke puncak kekuasaan, Conde mulai menikmati kursi eksekutif. Maret 2020, Conde mendorong perubahan konstitusi yang membatasi jabatan Presiden 2 periode. Dengan adanya amandemen konstitusi itu, Conde pun melaju menjadi Presiden 3 periode.

Pada pemilihan Presiden Oktober 2020, Conde kembali berhasil menjadi orang nomor wahid di Guinea. Namun, pemilu diwarnai kekerasan dan tuduhan kecurangan.

Rival utamanya, Cellou Dalein Diallo dan tokoh oposisi lainnya mengkritik pemilihan itu. Puluhan orang dilaporkan tewas dalam demonstrasi menentang masa jabatan ketiga Conde dan ratusan orang lainnya ditangkap. Pemerintah juga menangkap beberapa tokoh oposisi atas dugaan kekerasan Pemilu.

Akhirnya, Conde dilantik menjadi Presiden pada 7 November 2020. Tak sampai satu tahun kemudian, tepatnya 5 September 2021, Conde pun digulingkan pasukan khusus militer Guinea.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan