https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   06 September 2021 - 16:14 wib

Sistem Penggerak Roda Depan Bukan Kendala Melibas Tanjakan

Mobil dengan sistem penggerak roda depan atau front whell drive (FWD) kerap disebut tidak sebaik mobil dengan penggerak belakang atau rear wheel drive (RWD) saat melibas tanjakan. Padahal, penggerak roda depan bukanlah penyebab sebuah mobil kesulitan menanjak.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menyebutkan bahwa penggerak depan maupun penggerak belakang tidak memiliki perbedaan signifikan saat menanjak apabila kondisi medan jalannya ideal.

"Kalau semua ideal, tanjakan curam, ban ideal, pengemudinya juga tahu semua, enggak ada masalah dengan penggerak depan. Perbedaan tidak signifikan. Apalagi kalau traffic-nya tidak macet, enggak ada masalah. Yang paling penting adalah metode step-step-nya itu. Kalau step-step-nya bisa, tinggal penyesuaian saja," kata Jusri dalam keterangannya.

"Secara keseluruhan kalau mobilnya sudah bergerak, sudah ada motion (momentum bergerak sebelum tanjakan) sebenarnya tidak ada masalah untuk penggerak depan atau belakang," lanjut dia.

Sebelumnya beredar video Mitsubishi Xpander yang mengalami hilang traksi saat menanjak di Sitinjau Lauik, Sumatera Barat. Dalam video tersebut, roda depan mobil itu kehilangan traksi dengan permukaan jalan yang licin seusai diguyur hujan.

Namun, jika video dilihat hingga selesai, Xpander itu sebenarnya bisa melibas tanjakan Sitinjau Lauik setelah pengemudinya mengubah haluan mobil ke sisi terluar pada tikungan tanjakan yang terkenal curam tersebut.

"Sudut terdalam di belokan itu adalah sudut yang tekukannya paling dalam. Sudut yang tekukannya paling tajam otomatis akan membuat mobil lebih susah naik dibanding sudut yang paling luar. Makanya truk-truk yang melewati belokan itu tidak ada yang ngambil bagian yang dalam. Jadi sebetulnya bukan karena enggak bisa nanjak," kata Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia.

Dalam video tersebut juga terlihat mobil dengan penggerak roda belakang mengalami tantangan untuk melibas tanjakan. Sebagian besar dari mereka melintasi sudut terluar tanjakan dan mengambil jarak dengan mobil di depannya agar tak berhenti di tikungan.

"Usahakan jangan melakukan perlambatan saat menanjak. Caranya jaga jarak dari jauh, supaya tidak melakukan perlambatan. Kalau terlalu mepet, pasti akan melakukan perlambatan ketika kendaraan di depan melakukan perlambatan atau berhenti. Jaga jarak supaya terus memelihara momentum (pergerakan)," kata Jusri.

"Pergerakan itu akan menimbulkan momentum. Sehingga momentum ini akan membuat bobot kendaraan jadi lebih enteng karena ada gerakan momentum bukan gerakan dari mesin saja. Artinya beban mesin jadi lebih rendah," tambah dia.

Pada saat peluncuran Xpander beberapa waktu lalu, Tsunehiro Kunimoto selaku Corporate Vice President, Design Division Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengatakan, mobil berpenggerak roda depan justru lebih efisien, mengakomodir teknologi terbaru, dan menambah kelegaan pada ruang kabin karena lantai kendaraan menjadi rata.

"Tren di Eropa banyak memakai FWD karena akan lebih mengakomodasi teknologi baru. Misalnya lantai kabinnya rata karena konsep MPV tentunya harus lega. Beratnya juga lebih ringan," jelas Kunimoto.

Xpander juga memiliki teknologi Hill Start Assist yang membantu pengemudi di tanjakan. Bahkan pihak MMKSI juga pernah mempertontonkan Xpander yang mampu menarik carousel 24 ton serta atraksi tanjakan setinggi enam meter dengan kemiringan 30 derajat pada pameran otomotif nasional di tahun 2018 lalu.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Tips Merawat Mobil yang Baik dan Benar dari Rifat Sungkar

Saat PPKM seperti sekarang ini tentunya banyak mobil yang hanya terparkir di garasi rumah. Meski