https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   06 September 2021 - 21:16 wib

Sang Pengawal Ambulans, Dibutuhkan Meski Dilupakan

Empati
berita-headline

Pasukan Pengawal Ambulans (Youtube/Yoss MV)

Saat puncak kasus Covid-19 di Indonesia, suara sirine ambulans begitu akrab di telinga. Lalu-lalang di jalanan seperti bersautan. Seiring laju ambulans, satu sampai dua motor bergantian membelah jalan. Tugasnya mengantarkan perjalanan ambulans dari titik penjemputan ke rumah sakit.

Misi sukses jika ambulans bisa tiba di rumah sakit, dan pasien mendapat pertolongan. Namun kadang ada saja cerita sedih jika pasien meninggal sebelum mendapat pertolongan rumah sakit.

Pengawal ambulans memang sangat diperlukan apa lagi dengan keadaan sekarang yang semakin sering ambulans digunakan. Belum lagi jalanan ibukota yang akrab dengan macet. Ditambah para pengguna jalan yang terkadang tidak peduli atau tidak menyadari ada ambulans yang ingin lewat.

Padahal, Ambulans masuk dalam kendaraan yang diistimewakan sesuai UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalanan (LLAJ). Dalam Pasal 135 Ayat 1 disebutkan bahwa kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 harus dikawal petugas kepolisian dan atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene.

Dalam Undang-undang tersebut tercantum juga pada Pasal 134 hurub b mengenai kriteria kendaraan yang harus mendapatkan prioritas. Setidaknya ada tujuh kendaraan yang wajib diutamakan, salah satunya yaitu ambulans. Mengacu pada Pasal 287 ayat (4) undang-undang yang sama bagi pengendara yang mengganggu kendaraan prioritas bersirine di jalan raya dikenakan ancaman kurungan maksimal 1 bulan atau denda maksimum Rp 250 ribu.

Cerita kepahlawanan para pengawal ambulans begitu dibutuhkan. Mereka rela berjibaku menantang panas menerjang hujan, serta kemacetan yang harusnya dihindari. Tak melulu soal kematian, kadang tugas pengawal ambulans harus menempuh ribuan kilometer perjalanan untuk mengantar jenazah ke daerah asal.

Adakah bayaran dari tugas mulia para pengawal ambulans?

Berangkat dari rasa kepedulian untuk membantu, berbagai komunitas pengawal ambulans sepakat untuk tak menerima bayaran atas jasa mereka mengawal ambulans. Untuk sekedar mengganti uang bensin, para pengawal ambulans lebih memilih ngojek daripada minta.

Namun kini, cerita pengawal ambulans tak lagi harum. Larangan dari kepolisian keluar untuk para pengawal ambulans. Pengawalan, hanya boleh dilakukan oleh Petugas Kepolisian lalu lintas.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan