https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   07 September 2021 - 15:12 wib

Fenomena Warga Mendadak Kaya di Tengah Pandemi

Viral
berita-headline

Foto Istimewa

Banyak hal terjadi di tengah hantaman pandemi Covid-19. Walaupun sering terdengar cerita menyedihkan, ada juga terselip kebahagiaan karena rejeki datang dengan cara mengejutkan. 

Seperti yang sedang dirasakan sejumlah warga dari Padukuhan Pundong III dan Padukuhan Sanggrahan, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman. 

Mereka mendadak kaya. Dapat uang ganti rugi dari lahan yang terdampak Tol Yogya-Bawen. Mayoritas dari Rp1 miliar hingga Rp3 miliar. Bahkan ada yang mencapai Rp12 miliar.

Akibat kaya mendadak, kawasan tersebut berdatangan sales kendaraan menawarkan dagangan. Gayung bersambut,  warga beramai-ramai membeli mobil baru. 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, ikut merasa senang lantaran nilai jual tanah warganya jauh lebih tinggi dari nilai jual objek pajak (NJOP).

Meski demikian, Sri Sultan berpersan bagi warga yang menjadi miliarder tak menghamburkan uang untuk hal yang tak penting. 

"Kalau rumah tidak punya, bikin rumah belum dilakukan, lha  mobilnya mau dikapakke (diapakan). Jangan konsumtif hemat saja dalam kondisi seperti ini," kata Sultan di Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Yogyakarta, Selasa (7/9/2021).



Warga Kaya Mendadak Pernah Terjadi di Tuban

Peristiwa kaya mendadak juga pernah dialami warga Desa Sumurgenung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada bulan Februari 2021 lalu. Tanah mereka dibeli untuk dijadikan lahan proyek kilang grass root refinery (GRR). Dijuluki sebagai desa miliarder.

Bak mendapat durian runtuh, warga mendapatkan ganti untung dari Pertamina hingga Rp8 miliar. Ada yang sampai Rp24 miliar. Warganya juga viral memborong ratusan mobil baru. 

Kilang minyak tersebut memiliki luas sekitar 1.050 hektare. Terdiri dari 821 ha lahan darat yang tersebar di Desa Kaliuntu, Wadung, Sumurgeneng, perhutani dan KLHK serta sisanya reklamasi laut. Kilang ini akan beroperasi pada tahun 2024.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan