https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   07 September 2021 - 16:23 wib

Bang Ipul dan Fenomena Sosial Sense di Masyarakat

Inersia
berita-headline

Pedangdut Saipul Jamil Diboikot Untuk Kembali Tampil di Televisi (istimewa)

Beberapa hari ini, dunia hiburan tanah air dipenuhi pemberitaan seputar Pedangdut Saipul Jamil.

Berawal dari berita kebebasan Bang Ipul dari lapas. Prosesi penyambutannya bak pahlawan dengan kalungan bunga serta diarak menunggangi mobil mewah. Hingga seruan boikot dengan tujuan 'Pedofil jangan dikasih panggung'.

Sempat muncul di beberapa acara TV dan YouTube, namun tayangan yang memuat Bang Ipul tak bertahan lama. Setelah ramai diprotes netizen, publik figur, sampai anggota DPR, stasiun TV serta podcast artis yang menampilkan Bang Ipul sebagai bintang tamu menghapus episode tersebut dan meminta maaf.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) juga mewanti-wanti seluruh stasiun ini untuk tak mengundang lagi Bang Ipul.

Berlebihankah Perlakuan Terhadap Bang Ipul

Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangannya menyebut glorifikasi terhadap Bang Ipul adalah salah kaprah."Itu perbuatan tercela. Saya khawatir para penonton TV menjadi memaklumi penyebab Saipul Jamil masuk penjara," kata Retno.

Dengan penyambutan berlebihan tersebut, dikhawatirkan Saipul Jamil bisa merasa tidak bersalah atas perbuatannya."Jadi berikutnya bisa menganggap kekerasan seksual sebagai sesuatu yang normal. Ini sangat berbahaya," wanti dia.

KPAI khawatir munculnya Saipul Jamil di televisi akan membuatnya merasa tak bersalah telah melakukan kekerasan seksual kepada anak."Kita harus berpihak pada korban kekerasan seksual dan membantunya untuk pulih," terang Retno.

Pedofilia merupakan salah satu bentuk kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kekerasan seksual anak di Indonesia mengalami peningkatan. KPAI menyebutkan pornografi, kekerasan seksual, dan eksploitasi seksual komersial pada anak, pada 2011 tercatat sebanyak 329 kasus, atau 14,46 persen dari jumlah kasus yang ada. Sementara pada 2012 jumlah kasus pun meningkat sebanyak 22,6 persen menjadi 746 kasus. Kemudian pada 2013 sampai dengan Oktober, kekerasan seksual pada anak yang dipantau mencapai 525 kasus atau 15,85 persen. Data ini diperoleh melalui pengaduan masyarakat, berita di media massa, dan investigasi kasus kekerasan seksual anak.

Istilah pedofilia di Indonesia mulai ramai diperbincangkan setelah terjadi kasus pada 2001, yaitu seorang turis dari Italia, Mario Manara, mencabuli sembilan bocah di Pantai Lovina, Buleleng, Bali. Manara hanya dihukum selama sembilan bulan penjara karena hukum saat itu masih sangat lemah. Sejak saat itulah muncul Undang-Undang Perlindungan Anak sebagai jaminan perlindungan anak dari kekerasan termasuk kekerasan seksual.

Mayoritas korban pedofilia adalah anak laki-laki dengan perbandingan persentase 60 persen laki-laki dan 40 persen perempuan. Adapun profil pelaku di hampir semua kasus merupakan orang terdekat anak, bisa jadi guru, paman, ayah kandung, ayah tiri, dan tetangga.

Pedofilia tidak merujuk hanya pada pelaku laki-laki, namun juga pada pelaku perempuan. Pedofilia sebenarnya telah terjadi sebelum masa modern. Di Yunani fenomena pedofilia dikenal sebagai bentuk penjantanan pada abad 6 Masehi. Penjantanan ini dikaitkan dengan proses spiritual kepercayaan masyarakat Yunani masa itu. Kemudian menjadi perdebatan antara proses spiritual dan praktik erotisme.

Lalu Bagaimana Dengan Kasus Selebriti Lainnya

Sebuah tulisan @wibowotri_ menyebut fenomena Bang Ipul sebagai 'sosial sense'. Dalam uraiannya, Analis Kebijakan Publik dan Pemerhati Sosial itu menyandingkan kasus Bang Ipul dengan kasus selebritis lainnya, Ariel Noah. Meski tidak apple to apple antara kasus Bang Ipul dengan Ariel, namun respon masyarakat bisa jadi indikatornya.

"Sebelum fenomena Saipul Jamil, sebenarnya publik sudah sangat sering disajikan dengan kasus yang sama, salah satunya kasus Video mesum Ariel Noah, bukan tanggung-tanggung video mesum yang beredar malah melibatkan beberapa nama Artis ternama. Dan kita ketahui bersama, bahwa pasca bebas dari masa tahanan, Ariel Noah juga tetap mendapat tempat dan aktif mengisi beberapa acara layar kaca, seolah terlahir kembali tanpa dosa,".

"Sekarang yang menjadi pertanyaan kita adalah, apakah hukuman penjara adalah cara untuk menebus dosa? sehingga mereka yang telah terbebas dari masa tahanan bisa eksis kembali tanpa beban. Lunturnya sanksi sosial di tengah masyarakat berdampak buruk pada kultur Indonesia, kejadian ini seolah akan menjadi habits atau kebiasaan yang menguntungkan bagi para pelaku kriminal. Contohnya koruptor, pelecehan sosial, pembunuhan, dan lainnya, pelaku nya akan normal saja dan bahkan masih memiliki peluang untuk berkarir di dunia politik dan lainnya,".

Pembahasan di atas yang dimaksud sebagai matinya sosial sense ditengah masyarakat. Hal ini bisa saja berdampak pada tidak adanya social control serta norma-norma yang dulu dijunjung tinggi untuk menjaga kultur dan adat demi kemaslahatan masyarakat. Banyak yang beropini bahwa mantan nara pidana juga memiliki human right untuk melaksanakan kehidupan normal. Namun bukan berarti semua bebas tanpa batasan-batasan nilai. Atau kelak kultur kita akan berubah secara perlahan menjadi liberal.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Glorifikasi Bang Ipul Buat DPR Kebut Pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Fenomena glorifikasi Pedangdut Saipul Jamil akan menjadi pendorong kuat pengesahan RUU Tindak Pidana
berita-headline

Viral

Gara-Gara bang Ipul Muncul di TV, Sutradara Angga Sasongko Tarik Peredaran Film Nussa

Polemik comeback Saipul Jamil ke layar kaca terus berlanjut. Selain petisi boikot, aksi ny