https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   08 September 2021 - 05:34 wib

Bisnis UMKM Alami Stagnan? Ini Jawaban dan Solusinya

 Menurut data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, saat ini sudah ada sekitar 60 juta pelaku UMKM di Indonesia. Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi dan potensi sumber daya alam yang ada. Meski begitu, ada beberapa permasalahan yang sering dialami UMKM di Indonesia dan masih menjadi pekerjaan rumah bagi sektor ekonomi.

Layanan keuangan digital dari Telkomsel dan anggota Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupa uang elektronik (e-money), LinkAja, berpendapat bahwa solusi digital diharapkan mampu membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk bertahan bahkan naik kelas.

"Solusi digital harus mampu memberikan manfaat dari keterbatasan yang ada; misalnya keterbatasan kemampuan, modal, dan waktu," kata Chief Operating Officer (COO) LinkAja Widjayanto Djaenudin dalam siaran persnya.

Keterbatasan tersebut, lanjut Widjayanto, berjalan beriringan dengan tantangan yang dihadapi UMKM. Ia memaparkan, tantangan yang bergulir antara lain akses terhadap informasi, akses terhadap layanan keuangan, akses terhadap peluang usaha baru, dan akses terhadap pemodalan.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Widjayanto mengatakan penting bagi semua pihak untuk memberikan dukungan kepada UMKM agar bisa bertahan melalui teknologi.

"LinkAja fokus ke segmen UMKMM dan masyarakat mass-aspirant, diharapkan mendorong inklusi keuangan dan ekonomi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," kata dia.

"Untuk pemberdayaan UMKM dari LinkAja sendiri, kami sudah menyediakan beberapa dukungan. Salah satunya adalah platform digitalisasi bisnis seperti Mini POS System yang diharapkan bisa meningkatkan kemampuan manajerial UMKM dalam mengelola arus kas dengan melakukan pencatatan transaksi secara digital," paparnya.

Lebih lanjut, adalah memasyarakatkan transaksi dengan QRIS untuk dapat menerima pembayaran digital dari dompet digital maupun mobile banking lewat metode ini.

Selanjutnya adalah memperluas bisnis dengan menyediakan produk-produk digital yang dapat menambah pendapatan UMKM. Terakhir, adalah mempermudah akses modal kerja bagi UMKM untuk dapat membangun usahanya tanpa memerlukan jaminan.

Widjayanto menambahkan, LinkAja juga memberikan program pemberdayaan UMKM melalui pelibatan masyarakat dan kerja sama dengan mitra profesional untuk mendorong pengembangan usaha UMKM.

"LinkAja sebagai perusahaan fintech yang membantu masyarakat memanfaatkan teknologi untuk mendukung produktivitas dan memberikan manfaat sosial, termasuk UMKM, dengan memberikan akses yang lebih luas," kata dia.

"Sebagai komitmen LinkAja untuk memberdayakan UMKM melalui merchant engagement untuk mendorong perkembangan bisnis UMKM, ada tiga program pemberdayaan UMKM yaitu Class & Workshop, Mentoring, dan Monitoring," imbuhnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Fitur Baru WhatsApp Buka Peluang Bisnis UKM Lokal

WhatsApp meluncurkan fitur baru untuk memungkinkan pencarian bisnis di dalam aplikasi untuk perta
berita-headline

Inersia

Studi: Ekonomi UMKM Lebih Tumbuh Merespons Pandemi

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diyakini berperan dalam pemulihan ekonomi di masa krisis,
berita-headline

Inersia

Kiat Bikin Dagangan Laris Bermodalkan Video Ponsel

Tren membuat dan berbagi video pendek menjadi bagian penting yang tidak bisa dihindari dalam kegi
berita-headline

Viral

Demi Majukan UMKM, BTN Ingin Produk Lokal Lebih Dicintai

Presiden Joko Widodo mencanangkan cinta produk dalam negeri, mengurangi impor. Instruksi presiden
berita-headline

Inersia

DigiKU Jadi Solusi Pembiayaan UMKM Tanpa Terjerat Pinjol

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM harus segera masuk ke ekosistem digital sembari