https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   08 September 2021 - 14:59 wib

Gara-gara Bisikan Teman, Warren Buffet Tajir Melintir, Asetnya Triliunan

Warren Buffet memang benar-benar jago dalam berbisnis. Insting bisnisnya bolehlah. Keputusan untuk memborong saham pabrik mobil listrik di China, berbuah manis.

Kini, Buffet ongkang-ongkang kaki saja, duit triliunan mengalir saban tahun. Luar biasa.  Mungkin hanya sedikit manusia di jagat ini yang dikaruniahi feeling bisnis yang mumpuni. Jadi, Buffet memang beruntung.

Melalui Berkshire Hathaway, perusahaan investasi miliknya, Warren Buffett mereguk keuntungan US$2 miliar, tahun ini. Atau sekitar Rp28,4 triliun. Keuntungan yang super jumbo ini dipetik dari saham BYD pada tahun ini.

Dikutip dari Bussines Insider, Selasa (7/9/2021) pencapaian tersebut meningkatkan nilai investasi di BYD, perusahaan mobil listrik China menjadi hampir US$8 miliar. Atau berlipat 3.400 persen dari investasinya dalam waktu kurang dari 13 tahun.

Pada 2008, bermodal US$232 juta, Buffet melalui  Berkshire memborong 225 juta saham BYD. Kala itu, harga saham BYD hanya sekitar US$1 per lembar. Harga saat ini, sekitar US$33 per lembar. Artinya, duit Buffet naik 30 kali lipat. Menurut laporan tahunan terbaru Berkshire, saham tersebut pada akhir 2020, ditaksir nilainya mencapai US$5,9 miliar.

Selanjutnya, harga saham BYD melonjak sekitar 23 persen. Dampaknya, meningkatkan nilai investasi sekitar 8 persen saham Berkshire menjadi US$7,9 miliar.

Pada Senin (6/9/2021), saham BYD yang terdaftar di Hong Kong, naik 8% setelah perusahaan merilis kenaikan angka penjualan empat kali lipat dari tahun sebelumnya. Di mana, penjualan Agustus 2021 menembus 60.500 unit.

Hal itu menandakan, dari total 261.000 kendaraan yang terjual selama Januari-Agustus 2021, tiga kali lipat dari penjualan di periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 85.000 unit kendaraan.

Pertumbuhan penjualan yang pesat, menunjukkan kenaikan 125 persen dalam penjualan kendaraan listrik sehingga menjadi 149.000 unit dalam delapan bulan pertama di tahun ini. Bersamaan dengan itu, terjadi juga kenaikan sebesar 485 persen dalam penjualan plug-in hybrid sehingga menjadi 112.000 unit. Sebaliknya, penjualan kendaraan bertenaga gas BYD turun 22 persen menjadi 106.000 unit selama periode tersebut.

Mungkin tak banyak yang tahu, Charlie Munger yang merupakan kawan baik Buffet, punya andil besar. Karena, dialah yang mendorong Buffet memborong saham BYD. "Munger menelepon saya suatu hari dan mengatakan, 'Kita harus membeli BYD, orang yang menjalankan perusahaan lebih baik dari Thomas Edison'," kata Buffett pada 2018.

Cerita tersebut dibenarkan oleh Munger. Rupanya, dia kesengsem dengan sosok Wang Chuanfu, pendiri dan CEO BYD. Bahkan Munger menjuluki Wang perpaduan dari Thomas Edison, penemu lampu bohlam dan bos General Electric, Jack Welch. "Dia memiliki kemampuan memecahkan masalah teknis seperti Edison dan mengetahui apa yang harus dilakukan seperti Welch. Saya tak pernah menemukan orang semacam ini," kata Munger.

Kekagumen Warren Buffett dan Munger terhadap Wang membuatnya tertarik bernegosiasi dengan BYD. Saat itu, Buffett dan timnya siap memborong 25 persen saham. Wang membutuhkan sokongan dana besar untuk mewujudkan mimpinya, tetapi dia tak mengizinkan Buffett membeli sahamnya lebih dari 10%. "Dia tidak ingin menjual perusahaannya. Itu pertanda bagus," kata Buffett.

Kini, Buffett masuk barisan orang terkaya dunia dengan aset bersih lebih dari US$80 miliar. Kalau dirupiahkan sekitar Rp1.163 triliun (kurs Rp14.600 per US$1).

Meski tajir melintir, Buffet tetap saja bersahaja. Untuk sarapan saja, Buffet rela hanya mengunyah makanan McDonald's yang harganya kurang dari Rp50.000 sekali makan. Dia pun tetap tinggal di rumah Omaha, dibelinya pada 1958 seharga harganya ditaksir US$31.500, atau sekitar Rp458 juta. Jadi bukan tinggal di rumah magrong-magrong yang harganya miliaran.  

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan