https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   08 September 2021 - 15:00 wib

Inilah 5 Santapan Khas Betawi yang Kini Sudah Langka

Hangout
berita-headline

(istimewa)

Tentu semua sudah kenal bahkan mungkin setidaknya pernah merasakan jajanan kerak telor, nasi ulam, atau soto betawi yang sudah menjadi makanan khas DKI Jakarta. Karena kuliner khas Betawi itu masih sering ditemukan di pinggir jalan-jalan ibu kota.

Namun apakah kamu tahu ada beberapa menu santapan khas warga asli Jakarta lainnya yang masih asing terdengar di telinga, meski sudah bertahun-tahun tinggal di Jakarta. Pasalnya, menu legendaris asal Betawi ini kini sudah terbilang langka ditemui di rumah makan khas Betawi.

Berikut lima menu legendaris santapan khas Betawi:
1. Sayur Babanci



Sayur babanci adalah hidangan ikonik khas Betawi yang lengkap dengan rempah-rempah. Tampilannya mirip dengan gulai yang setiap porsinya berisi daging dan ketupat. Anehnya, santapan ini dinamakan sayur padahala tidak ada sayurnya sama sekali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, disebut sayur babanci karena hidangannya tidak jelas, bahkan tidak bisa dikategorikan sayur, karena lebih mirip lontong cap go meh. Ada juga yang menyebut, dahulu ini adalah makanan kesukaan para waria atau banci, sehingga disebut sayur babanci.

Informasi lainnya menyebutkan babanci mencerminkan karakter masyarakat betawi yang jenaka dan suka nyeleneh. Ada juga yang beranggapan kata babanci berasal dari baba dan cici, karena sayur babanci dibuat pertama kali oleh peranakan Betawi-Tionghoa pada zaman dahulu.

2. Sayur Besan



Sayur besan adalah makanan yang bekuah santan yang berisi terubuk, kentang, bihun, petai, dan ebi. Sayur ini berwarna kuning dan aromanya menggugah selera makan.

Sayur besan kerap dijumpai pada saat digelarnya acara pernikahan masyarakat Betawi dan disajikan saat acara pertemuan antara orang tua pengantin dengan besan.

Umumnya orang tua pengantin pria baru berkunjung ke rumah orang tua pengantin wanita setelah pesta pernikahan selesai. Kemudian keluarga dari pihak laki-laki akan membawa sayur besanĀ  untuk keluarga pengantin wanita sebagai bentuk penghormatan.

3. Bubur Ase



Bubur kaya rempah-rempah ini berwarna hitam karena campur dengan semur daging dan kentang. Bubur khas masyarakat Betawi ini akan lebih nikmat disajikan dengan teri goreng, emping atau kerupuk.

Dari informasi yang dihimpun, 'ase' di sini adalah kepanjangan dari 'asinan' dan 'semur'. Kombinasi antara asinan dengan semur memang cukup asing, namun siapa sangka keduanya bisa disatukan dalam sebuah mangkuk.

Informasi lainnya menyebut 'ase' berarti dingin, karena untuk menyantap bubur ase, biasanya lebih nikmat dingin.

4. Gabus Pucung



Sayuran khas Betawi ini diolah dari bahan baku ikan gabus dengan kuah warna hitam. Gabus pucung merupakan dua kata yang digabung yakni ikan 'gabus' dan 'pucung' atau kluwek, jadi isi dari sayur itu adalah ikan gabus dan pucung.

Jika dilihat sekilas, tampilan gabus pucung tak jauh beda dengan rawon karena berwarna agak kehitam-hitaman, tapi rempah dari gabus pucung lebih banyak.

5. Laksa Betawi



Jika beberapa daerah lain juga ada makanan laksa, Jakarta pun ada. Ya, namanya Laksa Betawi. Laksa adalah hidangan khas Betawi yang berisi ketupat, toge, bihun, telur ayam, daun kemangi, ayam disuwir-suwir, perkedel dan rempah-rempah.

Berbeda dengan laksa di daerah lain, laksa betawi biasanya menggunakan ebi atau rebon untuk menambah kelezatan. Nama laksa diambil dari bahasa sanskerta yang memiliki arti banyak, sesuai dengan makanan laksa yang dibuat dengan berbagai rempah-rempah.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan