https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   09 September 2021 - 11:28 wib

Pelanggar Prokes Masih Banyak, Ini Rencana Anies

Meski DKI Jakarta sudah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, namun bukan berarti masyarakat bisa bereuforia tanpa mengindahkan protokol kesehatan (prokes). Seperti halnya kasus Hollywings yang kini izinnya sudah dibekukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Untuk menghindari kejadian serupa dan bertambahnya kembali kasus Covid-19 di ibu kota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana membuat sebuah sistem untuk memberikan sanksi bagi pelanggar prokes.

Sanksi tersebut berupa pemblokiran dalam sebuah aplikasi yang menunjukkan bahwa pelanggar masuk dalam daftar blokir. Sehinggasi pelanggar tidak lagi bisa memasuki tempat hiburan, pusat perbelanjaan, atau tempat-tempat lainnya yang menggunakan aplikasi.

"Ke depan kita bahas yang nanti akan kena sanksi bukan saja pengelolanya, tapi mereka yang berada di tempat itu akan diblok. Sehingga tidak bisa pergi dan mendatangi tempat manapun selama batas waktu tertentu," ujarnya.

Sanksi blokir dalam sebuah aplikasi seperti itu menurutnya akan memberikan efek jera, karena telah melanggar prokes yang telah diatur pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19.

"Kalau anda berada di tempat yang sudah pelanggaran, sebelum ke luar anda di-scan lalu masuk dalam blacklist, orangnya tidak bisa pergi ke mana-mana nanti," katanya.

Dengan begitu, diyakini masyarakat akan berpikir dua kali ketika hendak pergi ke suatu tempat yang dirasa ada pelanggaran. "Kalau anda melihat itu suatu tempat itu melanggar, anda keluar aja deh. Daripada nanti anda ikut kena sanksi," pungkasnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Anies Bolehkan Pengunjung Restoran Makan di Tempat

Warga DKI Jakarta saat ini sudah bisa melakukan aktivitasnya di luar rumah, mulai dari pergi ke m