https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   13 September 2021 - 15:26 wib

Emma Raducanu, Dari Kualifikasi Torehkan Prestasi

Inersia
berita-headline

Cerita manis remaja Inggris Emma Raducanu (18) di US Open menginspirasi.

Cerita manis remaja Inggris Emma Raducanu (18) di US Open benar-benar menginspirasi.

Datang dari kualifikasi, berperingkat 150 dunia, Emma sukses mematahkan semua prediksi untuk mengangkat gelar Grand Slam pertamanya.

Emma bahkan menjadi petenis wanita Inggris pertama dalam 44 tahun terakhir yang memenangi mahkota Grand Slam. Virginia Wade pada 1968 merupakan wakil Inggris terakhir yang menyabet gelar Grand Slam tunggal putri pada 1977 di Wimbledon.

Masih soal kehebatannya, Emma mampu keluar sebagai juara tanpa kehilangan satu set pun dalam tiga pertandingan kualifikasi dan tujuh pertandingan di babak utama selama dua pekan di lapangan keras New York.

Ratu Elizabeth II termasuk orang pertama yang memberikan penghormatan atas kemenangan luar biasa Raducanu."Ini adalah pencapaian luar biasa di usia yang begitu muda, dan merupakan bukti kerja keras dan dedikasi Anda," kata pemimpin kerajaan Inggris itu dalam sebuah pernyataan.

Tak Terkalahkan

Emma memulai US Open 2021 dari babak kualifikasi dan selalu menang dua set langsung. Berarti, dia tidak pernah kalah dalam 10 pertandingan atau 20 set hingga keluar sebagai juara.

Dia memulai petualangannya di New York dengan mengalahkan wakil Belanda, Bibiane Weijers, di pertandingan pertama kualifikasi dengan skor 6-1 dan 6-2. Setelah itu, dia menang di dua laga kualifikasi dengan menumbangkan Mariam Bolkvadze dari Georgia dan Mayar Sherif asal Mesir.

Memasuki babak pertama, Emma bertemu dengan petenis asal Swiss, Stefanie Vogele. Dia pun menang dengan mudah 6-2 dan 6-3.

Pada babak kedua, petenis berusia 18 tahun itu menumbangkan Zhang Shuai yang berasal dari China. Dia melaju ke babak ketiga setelah menang 6-2 dan 6-4.

Selanjutnya, petenis kelahiran Toronto itu menang tanpa perlawanan berarti dari Sara Sorribes Tormo. Dia menang 6-0 dan 6-1 untuk mempecundangi petenis asal Spanyol itu. Pada babak 16 besar, Emma bertemu dengan petenis tuan rumah, Shelby Rogers, dan kembali menang mudah dengan skor 6-2 dan 6-1.

Kemudian, Emma berhadapan dengan juara Olimpiade Tokyo 2020, Belinda Bencic, di babak perempatfinal. Akan tetapi, dia bisa melaju ke semifinal setelah menang 6-3 dan 6-4 atas petenis asal Swiss itu.

Pada semifinal, dia mengalahkan petenis asal Yunani, Maria Sakkari, dengan skor 6-1 dan 6-4. Hasil cemerlang tersebut terus dipertahankan olehnya hingga partai final yang digelar pada Minggu 12 September 2021.

Dia keluar sebagai juara setelah menghajar petenis remaja lainnya yang berasal dari Kanada, Leylah Annie Fernandez. Emma tidak kehilangan satu set pun di US Open 2021 usai menang 6-4 dan 6-3 atas Leylah untuk membawa pulang hadiah utama USD2,5 juta atau sekitar Rp35,6 miliar.

Pertandingannya dengan Fernandez adalah final Grand Slam pertama yang mempertemukan pemain remaja semenjak Serena Williams yang berusia 17 tahun mengalahkan Martina Hingis yang berusia 18 tahun untuk menjuarai US Open 1999.
 
"Kami berdua bermain tenis tanpa rasa takut selama dua pekan. Saya harap kami saling bermain di lebih banyak turnamen dan semoga mencapai final. Ini menunjukkan masa depan tenis putri," tutur Emma.
 
Emma memiliki pengalaman tampil di Grand Slam paling sedikit dibanding juara Grand Slam putri mana pun. Bahkan, pencapaian terakhirnya di ajang Grand Slam hanya mencapai putaran empat Wimbledon pada Juli lalu.

Kemenangan bersejarah Emma Raducanu di US Open tersebut rupanya membuat posisinya di ranking WTA melesat tajam. Datang ke US Open bermodal peringkat 150 WTA, Raducanu diprediksi merangsek ke peringkat ke-23 dalam update ranking WTA per Senin (13/09/21) besok setelah juara US Open.

Emma lahir di Toronto, Kanada, pada November 2002. Putri dari ayah Rumania dan ibu Tionghoa. Dia pindah ke London pada usia dua tahun. Pada usia 16, Emma menjadi profesional dengan dukungan pelatih saat itu Nigel Sears - ayah mertua Andy Murray. Sears, mengungkapkan saat dia memulai karier tenis profesional pada tahun 2018, mengatakan: "Saya tahu dia luar biasa".

Awal tahun ini, Emma menikmati laju yang memukau ke babak 16 besar di Wimbledon, Grand Slam pertamanya. Dia memulai sebagai wildcard tetapi merebut hati bangsa dengan tiga kemenangan luar biasa sebelum mundur karena masalah pernapasan.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Tampil Gemilang, Medvedev Raih Gelar US Open

Tampil gemilang sepanjang pertandingan, Petenis Rusia Daniil Medvedev sukses keluar sebagai juara