https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   13 September 2021 - 22:10 wib

Bea Cukai Lanjutkan Operasi Gempur 2021 Bersama Satpol PP

berita-profile

Inilah

0

0

Kanal
berita-headline

Bea Cukai Lanjutkan Operasi Gempur 2021 Bersama Satpol PP

Upaya memberantas peredaran rokok ilegal lewat operasi gempur yang telah dilaksanakan mulai 16 Agustus 2021 silam masih digalakkan oleh seluruh satker vertikal Bea Cukai di masing-masing wilayah pengawasan. Kali ini Bea Cukai bersinergi dan berkolaborasi dengan Satpol PP untuk mengoptimalkan strategi operasi.

"Memanfaatkan sinergi dan kolaborasi dengan eksternal merupakan salah satu strategi kami dalam operasi gempur 2021. Dengan dilakukannya operasi bersama, diharapkan sinergi antar instansi untuk upaya memberantas rokok ilegal terjalin semakin kuat, sehingga celah peredaran rokok ilegal di Indonesia bisa semakin tertutup," ujar Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Tubagus Firman Hermansjah.

Operasi bersama dilakukan oleh Bea Cukai Cikarang, Bea Cukai Parepare dan Bea Cukai Langsa. Bea Cukai dan Satpol PP menyisir toko-toko yang menjual rokok eceran di masing-masing wilayah untuk memeriksa apakah rokok yang dijual sesuai dengan ketentuan. Tidak hanya itu, Bea Cukai juga melakukan sosialisasi dengan tujuan mengedukasi para penjual dan masyarakat tentang jenis-jenis rokok ilegal serta cara mengidentifikasinya.

"Pelaksanaan kampanye gempur rokok ilegal mengedepankan kegiatan preventif seperti sosialisasi dalam pelaksanaannya. Bea Cukai berupaya untuk membangun kepedulian masyarakat terkait kerugian yang dapat diakibatkan oleh beredarnya rokok ilegal, yang bukan hanya berdampak terhadap penerimaan negara saja, namun juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat itu sendiri," ujar Firman.

Firman kemudian menjelaskan bahwa jenis rokok ilegal tidak hanya yang polos saja, ada beberapa kriteria lain yang menjadi indikasi bahwa suatu produk rokok termasuk ilegal, antara lain dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai bekas atau dilekati pita cukai yang salah atau tidak sesuai peruntukannya, baik jenis rokok, tarif cukai maupun nama pabrikan. Terhadap rokok ilegal semacam ini akan dilakukan penindakan sebagaimana amanat dari ketentuan cukai.

Di Sumbawa, dalam operasi gempur 2021, tim Bea Cukai berhasil mengamankan rokok ilegal jenis sigaret kretek mesin sebanyak 16.100 batang. Adapun potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari pelanggaran ini adalah sebesar Rp10.018.750. Sementara itu di Pangkalpinang, tim Bea Cukai juga berhasil mengamankan 1.840 batang rokok ilegal dengan tiga surat bukti penindakan.

"Penindakan semacam ini menunjukkan keseriusan kami dalam menekan peredaran rokok ilegal di masyarakat. Rokok ilegal dapat mengganggu stabilitas perekonominan yang jika dibiarkan akan menyebabkan persaingan tidak sehat dan mengancam keberlangsungan para pelaku usaha yang taat terhadap ketentuan," tegas Firman.

Terakhir Firman menyerukan agar masyarakat dapat turut berperan aktif untuk melaporkan ke Bea Cukai apabila menemukan kegiatan pengedaran atau produksi rokok ilegal. Masyarakat dapat menghubungi kantor Bea Cukai terdekat atau melalui Contact Center Bravo Bea Cukai 1500225.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Bea Cukai Soekarno-Hatta Resmikan Posko Percepatan Layanan Registrasi IMEI

 Lewat penerapan aturan international mobile equipment identity (IMEI) khususnya terhadap ba
berita-headline

Kanal

Bea Cukai Berikan Fasilitas Kepabeanan Pada Pengusaha

Bea Cukai secara aktif mendorong perkembangan industri di berbagai daerah, sebagai upaya untuk me
berita-headline

Kanal

Bea Cukai Tingkatkan Kepatuhan Pengusaha BKC Lewat Kunjungan Kerja

Sebagai upaya u
berita-headline

Viral

Importasi 2 Unit Oksigen, Bea Cukai Berikan Fasilitas Fiskal

Dukung penanganan Covid-19 di tanah air, Bea Cukai Tanjung Emas, fasilitasi importasi 2 unit Isot
berita-headline

Kanal

Operasi Pasar dan Sosialisasi Menjadi Cara Bea Cukai Beri Pemahaman Akan Rokok Ilegal

Sebagai bentuk upaya meningkatkan pengawasan serta mengamankan Indonesia dari bahaya laten pereda