https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   14 September 2021 - 02:28 wib

Kelangkaan Chip di Industri Otomotif Kemungkinan Bisa Sampai 2023

Kelangkaan akibat kurangnya pasokan chip semikonduktor yang turut menganggu produk mobil secara global kemungkinan besar akan berlanjut hingga 2023.

Kabar itu diperkuat dari berbagai pihak termasuk pada brand mobil mewah asal Jerman, Mercedez-Benz, yang di kuartal ketiga (Q3) 2021 mengalami penurunan produksi dan penjualan secara signifikan karena sulitnya mendapatkan pasokan chip.

"Produsen chip menyebutkan kondisi itu akan terus berlanjut hingga 2022 secara struktural dan kemudian perlahan membaik. Artinya kelangkaan bisa terjadi hingga 2023," kata CEO Daimler AG dan Mercedes-Benz AG Ola Kallenius seperti dilansir BBC.

Dia berharap secara global kelangkaan pasokan chip tidak sampai membuat industri lainnya mengalami penurunan dari berbagai aspek seperti yang tengah dialami oleh Mercedes-Benz dalam beberapa bulan terakhir.

Kallenius menyebutkan pandemi COVID-19 merupakan ujian tekanan dan bahkan mengibaratkannya sebagai sebuah kemacetan lalu lintas bagi industri otomotif, yang butuh waktu untuk kembali mengurai dan membuat jalan menjadi lancar.

"Kita harus belajar dari ujian tekanan ini dan melihat lebih jauh ke depan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasokan chip agar bisa membuat sistem yang lebih kuat lagi," ujarnya.

Pandemi COVID-19 menjadi ujian tekanan tidak hanya bagi industri otomotif tapi juga lintas industri yang mengandalkan chip untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang kini tak bisa lepas dari teknologi.

Analis perusahaan riset teknologi global Gartner, Koray Kose, menyebutkan selain kelangkaan, tekanan lainnya yang kini tengah dihadapi oleh industri chip adalah persiapan menyambut jaringan 5G.

Disusul juga dengan larangan pemerintah AS kepada para pemilik teknologi semikonduktor untuk menjual produknya kepada Huawei. Hal itu menyebabkan pembuat chip di luar AS kebanjiran pesanan dari China.
​​
Ketika pandemi berlangsung, tanda-tanda awal permintaan untuk chip berfluktuasi menyebabkan penimbunan dan pemesanan chip di muka oleh beberapa perusahaan teknologi sehingga membuat pemain lain harus berjuang untuk mendapatkan komponen.

Masyarakat secara global yang bekerja dari rumah membutuhkan laptop, tablet, dan webcam untuk membantu mereka melakukan pekerjaan mereka, padahal dan pabrik-pabrik chip tutup selama lockdown.

Hal itu menyebabkan tak sedikit konsumen berjuang untuk membeli perangkat yang mereka inginkan, meski pada akhirnya produsen sejauh ini selalu mampu memenuhi permintaan pada akhirnya.

Kabar kelangkaan chip yang diperkirakan akan terjadi hingga 2023 pun turut dibenarkan oleh raksasa teknologi di industri komputer, seperti Intel dan IBM.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Ekspansi ke Sektor Otomotif, Xiaomi Daftarkan Unit Bisnis EV

Salah satu raksasa teknologi China, Xiaomi, dilaporkan telah menyelesaikan pendaftaran unit bisni
berita-headline

Hangout

Aksi Donor Darah Salam Otomotif

Bagi komunitas otomotif, menggelar acara yang bermanfaat kerap digelar. Salah satunya seperti Sil
berita-headline

Inersia

Mengetahui Manfaat Merotasi Ban Mobil

Pemilik kendaraan roda empat sebaiknya merotasi keempat roda mobil, dari depan ke belakang, agar
berita-headline

Hangout

Jevon Andrean, Dari Jual Bakmi Hingga Sukses di Bisnis Mobil Mewah

Bagi sebagian para lelaki, kegemaran dengan dunia otomotif kerap disalurkan dengan mengoleksi sej
berita-headline

Viral

Pemerintah Resmi Perpanjang Diskon PPnBM Hingga Akhir Tahun

Pemerintah resmi memperpanjang lagi kebijakan diskon Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Peme