https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   14 September 2021 - 10:02 wib

Nelayan Sempat Merasa Seperti Sia-sia

Viral
berita-headline

Foto Istimewa

Pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 turut berdampak pada sektor perikanan. Rantai pasok komoditas mengalami penurunan sepanjang tahun 2020. 

"Dampak pandemi Covid-19 yang paling dirasakan nelayan. Belum lagi biaya operasional yang tinggi. Jadi, kerja di laut seperti sia-sia,” kata Muhammad Fauzi, seorang nelayan Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Sementara itu Amiruddin (58), nelayan dari Kelurahan Tanjungsolok, Kecamatan Kualajambi, Kabupaten Tanjab Timur, menuturkan tekanan terhadap nelayan hanya berdampak pada awal pandemi. Memasuki tahun 2021 perekonomian sudah semakin membaik. 

"Karena pengepul tidak bisa mengirim ikan. Otomatis berpengaruh pada pendapatan nelayan. Toke benar-benar menolak ikan nelayan," kata Amiruddin. 

Kondisi tingkat ekonomi nelayan semakin membaik sepanjang tahun 2021 selaras dengan hasil survei Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI).

Khususnya terkait tingkat penjualan hasil tangkapan menyasar 5.292 responden nelayan di 25 wilayah di Indonesia.  Pengumpulan data berlangsung selama satu bulan sejak April hingga Mei 2021. Hasil survei menujukkan bahwa 78,43 persen produksi tangkapan nelayan seluruhnya terjual. 

"Temuannya ekonomi nelayan kita di tahun 2021 mulai membaik. Itu ditandai dengan normalisasi ekonomi nelayan yang terlihat dari peningkatan keterjualan hasil tangkapan," ujar Ketua Umum KNTI Riza Damanik beberapa waktu lalu.  

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Mencari Solusi Sampah Plastik untuk Nelayan Pangandaran

Pemandangan sampah plastik akibat arus yang terbawa di kawasan pantai Pangandaran, Jawa Barat, me
berita-headline

Viral

BMKG Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada para nelayan di sejumlah daer