https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   15 September 2021 - 17:05 wib

Gejolak Rezim Taliban Beralih Afghanistan Menjadi Kaya Raya

Viral
berita-headline

Foto Istimewa

Kontroversi masyarakat dunia terhadap kabinet pemerintahan baru di bawah rezim Taliban terus bergulir. Kini timbul lagi masalah lainnya mendatangi Afganistan, yakni ekonomi dan sosial. 

Taliban di kancah Internasional belum diakui atas pemerintahan Afganistan. Dibayangi krisis ekonomi persediaan pangan yang kabarnya nyaris habis pada akhir September ini. Juga dilanda kekeringan yang hebat.

Bahkan Badan PBB untuk kesejahteraan anak UNICEF menyanpaikan hampir satu juta anak di Afghanistan menghadapi ancaman kekurangan gizi akut, akibat dari kekeringan dan konflik di sana.

Tanda Kekuasaan Taliban akan Hancur?

Setelah resmi menjatuhkan ibu kota Afghanistan dengan kemampuan instrumen berperang, secara otomatis Taliban wajib meningkatkan kemampuan keuangan atau pendapatan dan bernegosiasi. Itu merupakan bagian dari upaya memperkokoh kabinet pemerintahan baru di bawah rezim Taliban. 

Tetapi perlu dicatat, berbagai persoalan yang menggempur Afghanistan bukan pertanda kekuasan Taliban bakal berakhir. Justru penolakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya memperlebar jalan bagi negara yang bersebrangan dengan Amerika untuk merangkul pemerintahan Taliban di Afghanistan. Salah satunya seperti China.

"Kenyataannya kita saksikan China Tengah mendekat kepada Afghanistan. Tentu China punya kepentingan ekonomi yang luar biasa dan dari berita yang kita terima, sudah menggelontorkan dana untuk membantu pemerintahan baru Afghanistan," kata Sosiolog Musni Umar, dikutip dari akun Yotube-nya, Rabu (15/9/2021).