https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   15 September 2021 - 23:26 wib

Tiga Film Indonesia Masuk Seleksi Festival Film Internasional Busan 2021

Tiga film karya anak bangsa masuk dalam seleksi Festival Film Internasional Busan atau Busan International Film Festival (BIFF) 2021.

Ketiga film itu adalah 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas', 'Yuni', dan film pendek 'Laut Memanggilku'. Film-film ini akan ditayangkan di BIFF pada 6-15 Oktober 2021.

'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' adalah sebuah film adaptasi novel Eka Kurniawan yang disutradarai oleh Edwin dan sebelumnya telah berhasil meraih Golden Leopard di Locarno International Film Festival 2021, Agustus lalu.

Sementara, 'Yuni' adalah karya sutradara Kamila Andini, dan film ini telah terpilih untuk berkompetisi di Toronto International Film Festival 2021 yang diadakan September ini.

Film 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' dan 'Yuni' terseleksi masuk ke program A Window on Asian Cinema.

Sementara film pendek 'Laut Memanggilku' adalah besutan Tumpal Tampubolon, yang terseleksi masuk ke kompetisi film pendek di BIFF 2021 dalam program Wide Angle. Bagi 'Laut Memanggilku', ajang BIFF 2021 ini akan menjadi penayangan perdananya di dunia.

"Saya selalu mencari-cari alasan untuk bisa kembali ke Busan International Film Festival yang sudah saya anggap sebagai 'rumah' untuk saya. Jadi, senang sekali tahun ini 'Yuni' bisa terpilih Asian Premiere di Busan," tutur Ifa Isfansyah, produser dari film 'Yuni' melalui keterangannya, Rabu (15/9/2021).

Sementara produser 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas', yakni Meiske Taurisia pun memiliki nostalgia yang sama.

"Busan akan selalu menempati tempat yang spesial karena film pertama kami, 'Babi Buta Yang Ingin Terbang' (2008), sutradara Edwin dan saya sebagai produser, berkompetisi dalam program New Currents, sebuah program kompetisi untuk film pertama dan kedua yang didedikasikan untuk new discovery sutradara-sutradara muda Asia," ujar Meiske.

Nada serupa juga disampaikan oleh Mandy Marahimin, produser film pendek 'Laut Memanggilku'.

"Busan International Film Festival adalah sebuah festival film yang secara konsisten mendukung film-film Asia, dan kami merasa bangga bisa terpilih untuk berkompetisi di sana," katanya.

Ketiga film ini secara bersama menampilkan kisah manusia Indonesia meski masing-masing menuturkannya dengan latar belakang (dan waktu) yang berbeda.

'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' bercerita tentang toxic masculinity dan budaya pop, 'Yuni' bicara tentang mimpi dan batasan yang dialami perempuan di Indonesia, sementara 'Laut Memanggilku' bertutur tentang kerinduan seorang anak kecil.

Film 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' diperkirakan akan tayang di bioskop-bioskop di Indonesia pada akhir 2021, sementara 'Yuni' direncanakan akan tayang pada awal 2022.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Kata Ernest Soal Pentingnya Originalitas Dalam Sebuah Karya

Sutradara Ernest Prakasa mengungkapkan pentingnya originalitas dalam membuat sebuah karya.
berita-headline

Inersia

Teaser Film KATA: Makin Sendu dan Emosional

Novel bertajuk KATA karya Rintik Sedu alias Nadhifa Allya kini dialihwahanakan menjadi film berju
berita-headline

Inersia

Tiket Penayangan Spesial Film 'Nussa' Ludes Terjual

Tiket penayangan spesial film animasi 'Nussa' untuk tanggal 25 dan 26 September 2021 terjual habi
berita-headline

Inersia

Bioskop Dibuka, Filmnya Apa?

Salah satu pengumuman pemerintah yang menarik setelah mal dibuka adalah operasional bioskop. Mula
berita-headline

Inersia

Penampilan Perdana Keanu Reeves di Film The Matrix: Resurrections