https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   14 August 2021 - 05:10 wib

Muhammadiyah: Tonjolkan Solusi Bukan Kontroversi

Muhammadiyah mengajak para tokoh masyarakat dan ulama mengedukasi rakyat serta menjadi aktor yang memberi solusi dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Dikutip dari laman muhammadiyah.or.id pada gelaran Pengajian Bulanan Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertemakan ”Spirit Hijrah Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan Indonesia”, Jumat kemarin (13/8/2021), Muhammadiyah mengajak umat Muslim untuk memaknai semangat hijrah dan kemerdekaan dengan menjadi teladan yang baik dalam masa pandemi Covid-19. Umat diharapkan menghadirkan solusi dan bukan kontroversi yang tidak menambah  beban.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pembukaanya mengatakan, pandemi Covid-19 merupakan masalah kemanusiaan yang berat. Kaum Muslimin dengan semangat hijrah dan kemerdekaan perlu menjadi teladan dalam upaya mengatasi pandemi yang terjadi saat ini.

“Di negeri kita juga hijrah dan jihad terwujud ketika kita kaum muslimin melawan penjajah cukup panjang dalam pergumulan yang begitu penuh dengan duka dan derita. Tetapi semangat kaum muslimin dan bangsa Indonesia untuk kemerdekaan tetap kokoh, kuat dan tidak pernah mati,” jelasnya dalam pengajian yang juga dihadiri mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Komarudin Hidayat, serta pengajar sejarah pada Universitas Diponegoro, Chusnul Hayati.

Screenshot-531

Pandemi ini merupakan masalah yang berat. Oleh sebab itu, menurut  Ahmad Syafii Maarif atau dikenal Buya Syafii seluruh umat dengan latar belakang dan karakter yang berbeda harus bersatu pada tujuan bersama, yakni agar bisa keluar dari pandemi.

Buya Syafii mengingatkan, pandemi ini merupakan masalah yang berat. Oleh sebab itu, seluruh umat dengan latar belakang dan karakter yang berbeda harus bersatu pada tujuan bersama, yakni agar bisa keluar dari pandemi.

Chusnul menuturkan, perempuan juga harus berjuang bersama laki-laki. Kerja sama yang harmonis keduanya bisa membawa kemajuan, seperti yang pernah dilakukan oleh para pahlawan di masa kolonial.

Komarudin mengajak umat untuk hijrah dari kesempitan menuju keluasan. Umat Muslim harus menghargai kearifan yang ada di masyarakat. Islam pun telah mendorong umat untuk menunjukkan etos kerja yang dinamis.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Viral Santri Tutup Telinga, Muhammadiyah, NU dan MUI Kompak Membela: Setop Nyinyir

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah beserta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Majelis Ulama
berita-headline

Kanal

Jokowi Resmikan Rusun Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta

Rumah susun (rusun) di lingkungan Kampus Terpadu Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah yang berlokasi
berita-headline

Empati

PP Pemuda Muhammadiyah Bantu Kesembuhan Naufan

Tak hanya dinaungi kemuliaan sebagai penuntut ilmu agama, santri adalah calon penggerak peradaban
berita-headline

Empati

PP Muhammadiyah Dukung Galang Dana untuk Kesembuhan Naufan

Gelombang dukungan untuk kesembuhan Naufan Fadhil terus berdatangan, setelah Pemuda Muhammadiyah
berita-headline

Viral

Permendikbud 6/2021 Buat Sekolah Kecil Swasta Semakin Tertekan

Kepengurusan sekolah swasta meminta pemerintah tidak diskriminatif tentang pembaharuan Dapodik un