https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   16 August 2021 - 04:32 wib

Cappadocia adalah Keramik, Karpet, dan Balon Udara

Cappadocia merupakan salahsatu kota di Turki dengan keragaman budaya, kerajinan tangan serta tempat wisata yang menarik hati. 

Seperti halnya budaya dan kerajinan tangan, di kota tersebut banyak ditemui perajin keramik dengan model atau gaya khas asli Turki.

Sadi Yenel (42), seorang perajin keramik di Sultans Ceramic, Cappadocia terlihat sangat mahir membuat mangkok beserta tutupnya menggunakan alat pembuatan keramik yang masih tradisional,

Pembuatan keramik merupakan sebuah tradisi warga asli Cappadocia yang dilakukan sejak usia belasan. Bahkan dahulu, setiap laki-laki di Cappadocia yang hendak menikah, diwajibkan untuk terlebih dahulu membuat keramik.

Whats-App-Image-2021-08-16-at-09-39-26-1

Jika sang lelaki tidak bisa membuat keramik, maka diyakini ia tidak boleh menikahi sang pujaan hati. Hal ini sudah menjadi budaya bagi masyarakat Cappadocia. Karena itu setiap pria kelahiran Cappadocia rata-rata mahir membuat keramik.

Sama halnya dengan wanita yang belum menikah, para wanita di Cappadocia pun mayoritas disibukkan dengan membuat kerajinan karpet. Bahkan pembuatan karpet memiliki proses yang cukup panjang, hingga berbulan-bulan.

Proses pembuatan yang cukup panjang itu dinilai sepadan dengan harga jual untuk satu lembar karpet. Karena itu kerajinan tangan khas Cappadocia cukup dikenal di negara Turki.

Sang pria dengan hasil keramik dan wanita dengan tenun karpetnya. Sedangkan untuk anak-anak hanya difokuskan menuntut ilmu di sekolah.

Whats-App-Image-2021-08-16-at-09-41-32-1

Selain kerajinan tangannya, Cappadocia juga terkenal dengan wisata balon udara yang akan memperlihatkan sudut-sudut kota serta pemandangan lembah batu yang tersusun secara alami.

"Sangat takjub ketika melihat pemandangan dari atas balon udara, takjub dengan ciptaan Allah Yang Maha Sempurna. Bangga karena tidak semua orang bisa merasakan naik balon udara, walaupun sudah bayar atau booking," ujar Siti Murani (44) salah seorang penikmat balon udara.

Umumnya para wisatawan yang hendak naik balon udara, harus datang sejak pagi buta jika ingin menikmati matahari terbit.

Jika di bulan Januari-Februari, tentu suasana pagi di Cappadocia terasa cukup dingin yakni antara 7 derajat sampai 11 derajat. Wisatawan harus mengenakan jaket tebal karena berada di ketinggian selama  sekitar 1,5 jam.

Untuk menaiki balon udara, wisatawan harus mengeluarkan kocek sekitar Rp3 juta-Rp3,9 juta dan harus mendapat izin dari pemerintah setempat. Jika arah angin tidak memungkinkan, maka tidak diperkenankan untuk naik balon udara.

"Bangganya lagi, setelah naik balon udara dapat sertifikat loh," tambah Rani.

Tak puas dengan pemandangan dari udara, para wisatawan juga bisa menikmati lembah batu dengan jarak dekat menggunakan mobil jeep yang akan melintasi sejumlah lembah di Cappadocia.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Hangout

Bersepeda Sambil Menikmati Keindahan Alam Turki

Tren bersepeda saat ini tidak hanya menjamur di Indonesia tetapi juga di dunia. Olahraga
berita-headline

Viral

RANS Cilegon FC Uji Coba Lawan Fenerbahce di Turki

Rans Cilegon FC bakal terbang ke Turki pada Rabu (18/8/2021) untuk memenuhi tantangan beruji coba