https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   16 August 2021 - 02:46 wib

Hati-hati Bisnis Sertifikat Vaksin Palsu

Pemerintah berlakukan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level hingga 16 Agustus 2021.

Masyarakat bisa melakukan aktivitas sosial di luar rumah dengan menggunakan sertifikat vaksin covid-19. Bahkan menjadi salah satu persyaratan untuk mengunjungi mall.

"Pengunjung harus menunjukkan surat vaksinasi dan harus menggunakan aplikasi peduli lindungi," ujar Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM, Luhut Pandjaitan Luhut saat konferensi pers, Senin (9/8/2021).

DKI Jakarta menjadi salah satu daerah yang akan diuji coba pembukaan mal, dengan kapasitas pengunjung hanya 25 persen.

"Uji coba pembukaan mal ini dilakukan selama seminggu ke depan, dengan protokol Kesehatan yang ketat. Anak umur di bawah 12 tahun dan di atas 70 tahun akan dilarang untuk masuk ke dalam mal/pusat perbelanjaan," kata dia.

Ada 16 mal di DKI Jakarta, yang mewajibkan pengunjung menunjukkan sertifikat vaksinasi, ini daftarnya:

1. Grand Indonesia
2. Kota Kasablanka
3. Mal Artha Gading
4. ITC Cempaka Mas
5. Plaza Indonesia
6. Blok M Plaza
7. Cibubur Junction
8. Lippo Mall Kemang
9. Lippo Mall Puri
10. Mal Basura
11. Pusat Grosir Cililitan
12. Pluit Village
13. Thamrin City
14. Gandaria City
15. Senayan Park
16. ITC Fatmawati

Respon Pengelola Mal


Mengenai kebijakan yang diberikan pemerintah, pihak mall Grand Indonesia menanggapinya hal tersebut.

"Kami selalu support kebijakan-kebijakan yang diberikan Pemerintah dalam upaya untuk mengurangi penyebaran virus covid-19. Dan tentunya segala tindakan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus tersebut harus dilakukan secara bersama dan berkesinambungan," kata Dinia Widodo selaku manager corporate communications Grand Indonesia kepada INILAHCOM.

Hal tersebut diimplementasikan dengan wajib vaksinasi terhadap semua pengunjung.

"Kami berharap bisa mengurangi resiko penularan terjadi di area kami," papar Dinia Widodo.

Dosis Vaksin Belum Merata

Target vaksinasi nasional 208.265.720 masih jauh. Hal tersebut terlihat dari angka pencapaian vaksinasi pertama 50.630.315, dan vaksinasi kedua mencapai 24.212.024.

kebijakan pemerintah membuka pusat perbelanjaan di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang dalam uji coba seminggu ke depan dengan kapasitas 25 persen mengundang respon publik. Salah satu persyaratannya adalah menunjukkan sertifikat vaksin.

"Yakin. Ini bakal jebluk antrian vaksinnya. Semoga aja dosis cukup," kata dokter Tirta, selaku dokter muda yang kerap memberikan edukasi covid-19 langsung berbicara lewat akun instagram resminya @dr.tirta, Jakarta, Selasa, (10/08/2021).

Dia mengaku sangat tidak setuju dengan kebijakan sertifikat vaksin sebagai administrasi persyaratan masuk mall.

"Sejujurnya, saya kurang setuju ama kebijakan sertifikat vaksin buat administrasi KALO DOSISNYA BELUM MERATA," tulis Tirta.

Hati-hati Bisnis Sertifikat vaksin palsu

Banyaknya masyarakat yang belum menerima vaksin juga perlu diperhatikan. Tirta menilai, banyak masyarakat yang belum di vaksin dan harus dipikirkan bagaimana nasibnya.

Karena, masyarakat yang perlu beraktifitas bukan hanya di dalam pulau Jawa, tetapi di luar Jawa pun juga.

"Semoga luar Jawa juga diperhatikan terutama puskesmas-puskesmas," katanya.

Perlu diketahui jumlah kasus terkonfirmasi positif menurut data Senin, (09/08/2021) mencapai 3.686.740. Hal ini dilihat dari penambahan kasus harian positif mencapai 20.709.

Solusi untuk Masyarakat


Juru Bicara vaksinasi covid-19 Siti Nadia Tarmizi menjelaskan pada prinsipnya aturan untuk pembukaan mall tersebut terutama di daerah yang masih dalam kategori level 4 yang risiko laju penularannya sangat tinggi.

"Jadi kita masih tentun melakukan pembatasan resiko penularan, untuk yang belum mendaptkan vaksin segera mendaftarkan dan menunggu sesuai jadwalnya," ujar Nadia kepada INILAHCOM.

Pengamat kesehatan dr.Muhammad Fajri Adda'i dari Universitas Gajah Mada mengatakan, masyarakat jangan salah artikan prinsip dasar aturan tersebut. Hal yang paling mendasar yang perlu dipahami adalah segera mendapatkan vaksin.

"Agar mempercepat, agar orang mencari pusat-pusat sentra vaksinasi. agar orang jangan menunda-nunda jika sudah di depan mata," ujar Fajri.

Lantas bagaimana yang belum bisa mendapatkan vaksin karena kondisi kesehatan belum memungkinkan?

Terkait bagaimana nanti orang yang belum divaksin atau yang belum divaksin, bisa minta surat keterangan.

"Ini harus jelas regulasinya, tenaga kesehatan juga harus paham. Ada memang populasi tertentu yang belum bisa divaksin atau belum dapat jatah vaksin. Misalnya, orang sakit gula, gulanya belum terkontrol, atau misalnya pasca penyitas, belum tiga bulan dan belum divaksin. Ini minta surat keterangan dulu. Minimal ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesma," tambah Fajri.

Regulasi yang tidak mudah menurut Fajri harus terus disosialisasikan kepada masyarakat luas agar tidak terjadi kepanikan sosial.

"Ini regulasinya harus clear dan orang harus paham, dan petugas kesehatan harus paham. Butuh sekali sosialisasi berulang," paparnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Hasil Riset: Imunisasi Anak Rendah Selama Pandemi

Hasil penelitian cepat yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan UNICEF pada April 2020 menunjukka
berita-headline

Empati

Pasien Covid Tak Harus Meninggal, Cukup Terapi Multivitamin

Dokter Estetika Amira Farahnaz, sudah 18 bulan berkutat dalam menangani pasien Covid-19. Tingkat
berita-headline

Inersia

Pentingnya Perhatikan Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang marak dibicarakan terutama di masa pandemi saat ini.
berita-headline

Inersia

Tiga Solusi Panduan Hidrasi Saat Berolahraga

Konsumsi air sangat baik bagi fungsi sel dan sistem kekebalan tubuh manusia. Manfaat air bagi tub
berita-headline

Viral

Kemenkes Tetapkan Harga Tes Antigen jadi Rp99 Ribu

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia Abdul K