https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   03 July 2021 - 18:34 wib

Haris Pertama: Ferdinand Arogan

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Pasca kritik mahasiswa UI terhadap Presiden Jokowi yang menyebutkan Presiden Jokowi merupakan “The King of Lips Service” menuai pro-kontra di publik. Mahasiswa sejatinya ialah hati dan pikiran masyarakat, terlepas pro-kontra yang ada, mahasiswa merupakan harapan rakyat untuk konsisten melakukan controlling terhadap negara, baik itu kebijakan maupun mengadvokasi isu yang ada di masyarakat.


Efek domino semakin terasa ketika eskalasi kritik mahasiswa kepada Presiden Jokowi semakin terdengar resonansinya. Hal ini berdampak dengan angkat bicaranya Ketua Umum HMI MPO, Affandhy Ismail. Beliau bahkan menyerukan revolusi turunkan rezim Jokowi sebagai bentuk sikap akumulasi kekecewaan.


Serupa dengan seruan tersebut, politisi Ferdinand Hutahaean merespon apa yang diserukan Ketua Umum HMI MPO,  dengan mengatakan "Jangan minum pipis onta biar otaknya normal."


Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, menyayangkan adanya statement arogan dan komunikasi yang tidak santun dari Ferdinand Hutahaean. "Kok bisa ya seorang politikus statementnya searogan itu? Bukan bicara yang substansial, justru malah ngajak ribut," ucapnya merespon statement Ferdinan Hutahaean kepada Ketua Umum HMI MPO. "Emangnya pipis onta itu kayak gimana ya rasanya? Jangan-jangan Ferdinand udah pernah nyobain," tambahnya.


“Sudahlah, kita semua pernah muda dan pernah menjadi mahasiswa juga, ini hal yang biasa kok. Apalagi pak Jokowi juga minta masyarakat mengkritisi kinerja beliau. Pak Jokowi santai aja, kenapa jadi Ferdinand yang naik darah," ungkap Haris Pertama.


Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Komunikasi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) Azka Aufary Ramli menilai saat ini bukan waktunya kita saling adu argumen, tapi ini waktunya bahas substansi kritikan mahasiswa UI kepada pak Presiden Jokowi. “Pandangan saya, pro-kontra hal yang wajar terjadi, apalagi ketika mahasiswa yang muncul dan berani mengkritik seorang presiden.”, ucapnya.


 “Sudahlah, tak perlu ada lagi orang-orang yang statement seperti bang Ferdinand, ujung-ujungnya malah memperkeruh keadaan. Saya justru menunggu kerja bukti pak Jokowi dan jajarannya pasca kritikan mahasiswa UI ini, karena sejauh ini pak Jokowi seperti hanya sekedar merespon narasi mahasiswa UI saja. Saya khawatir eskalasi gerakan anak muda semakin menguat jika pak Presiden hanya merespon ala kadarnya.”


"Saya berharap BEM UI bisa terus membawa narasi dan kajian yang substansial dalam mengkritik. Semoga pak Jokowi bisa merespon yang tidak ala kadarnya. Dan juga semoga tidak ada kegaduhan karena statement yang sentimen, agar tidak semakim memperkeruh keadaan di masyarakat," ucap Azka Aufary Ramli.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Rawan Permainan, Pembelian Tol Mangkrak oleh BUMN Perlu Diaudit

Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu, mendorong agar seluruh BUMN karya diaudit. Te
berita-headline

Kanal

Utang Menggunung Nyaris Rp6.000 Triliun, CORE Indonesia: Jangan Terlalu Apriori

Terkait membubungnya utang luar negeri hingga di atas Rp5.971 triliun per Agustus 2021, Ekonom CO
berita-headline

Viral

Ibu Kota Pindah, Kereta Cepat China Bakal Kosong

Di balik gaduh proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, ada kekhawatiran serius. Bila sudah beroperas
berita-headline

Viral

Fintech Lagi Naik Daun, Jokowi Optimis Ekonomi Indonesia Bisa Lewati China dan India

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia dapat menjadi negara dengan ekonomi terbesar k
berita-headline

Viral

Ekonom Senior Ini Tak Percaya Proyek IKN Berkontribusi Besar Terhadap Perekonomian

Draft RUU Ibu Kota Negara (IKN) telah diserahkan ke DPR pertanda pemerintahan Joko Widodo serius