https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 July 2021 - 15:53 wib

Miris, 50 Ribu Anak Indonesia Terpapar Covid-19

INILAHCOM, Jakarta - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada tahun ini sangat berbeda karena berada di masa pandemi.

Pada masa pandemi ini, terjadi peningkatan yang cukup besar terhadap penularan  Covid-19 pada anak-anak terutama adalah dua-tiga minggu terakhir ini.

“Dari data yang kami peroleh Januari awal, Juni, Juli sampai dengan 11 Juli itu ada sekitar 50 ribu lebih anak Indonesia yang tarpapar Covid-19 dari usia 0-18 tahun dan tentu ini jauh lebih besar dibandingkan dengan bulan - bulan sebelumnya,” kata Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, Erna Mulati, temu media melalui webinar, Jakarta, Jumat, (23/07/2021).

Hal tersebut memberikan dampak yang cukup  signifikan terhadap potensi masalah yang mungkin timbul tidak saja bagi keluarga tapi juga bagi masyarakat dan juga tentunya unsur pemerintah.

Itulah sebabnya sejak awal pandemi Covid-19, pemerintah sangat menekankan betul bagaimana keluarga sebagai orang yang terdekat dari anak-anak mempunyai peran yang aktif dan juga mempunyai literasi yang cukup baik.

Salah satunya adalah dengan menjaga anak-anak mereka dengan bagaimana berupaya agar setiap keluarga dalam hal ini orangtua atau orang dewasa yang berada dekat dengan anak-anak tersebut memberikan informasi yang mudah dimengerti benar yang terkait dengan pencegahan Covid-19. Tujuannya, agar anak - anak  tidak terkena Covid-19.

“Di samping tentunya pemberian vaksinasi yang telah dimulai sekitar sebulan yang lalu untuk anak - anak usia 12-17 tahun,” tambah Erna.

Cegah Sebaran Covid-19 pada Anak

Mencegah penyebaran Covid-19 salah satunya dengan menjalankan prokol kesehatan. Selain selalu berada di rumah saja, Erna juga mengimbau orangtua untuk terus mengajarkan anak-anak bagaimana pentingnya mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Kemudian kita ingatkan dalam hal edukasi tersebut, agar anak-anak selalu menggunakan masker yang semaksimal mungkin dimana pun dia berada, walaupun katakanlah di rumah pakai masker. Katakanlah salah satu anggota keluarga melakukan isolasi mandiri, atau salah satu keluarga isolasi mandiri atau mempunyai mobilitas yang cukup tinggi sehingga kekhawatiran dan ketakutan kita juga cukup besar adalah apakah dia membawa virus atau tidak dengan mengajarkan mereka bagaimana cara menggunakan masker dengan benar dan bagaimana cara melepas masker dengan benar,” papar Erna.

Tentunya hal tersebut diperuntukan untuk anak-anak di atas usia dua tahun. Ada kebiasaan lain yang harus ditinggalkan termasuk keseringan dia mengusap muka dan juga kebiasaan baru yang harus ditekankan terkait dengan mencuci tangan dengan sabun atau dalam kendisi tertentu bisa menggunakan hand sanitizer dan juga menjaga jarak antara satu dengan lainnya.

Capaian Vaksinasi Anak

Selain menjaga protokol kesehatan, pemerintah juga terus mendorong upaya vaksinasi di usia anak 12-17 tahun. Hingga kini, data yang diperoleh masih tergolong rendah, yaitu 2,25 persen dari target yang ditentukan.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, hingga saat ini vaksin untuk anak usia 12-17 tahun sudah mencapai 600 ribu orang.

“Sudah mencapai angka 600 ribu. Targetnya dilakukan hingga Desember 2021,” kata Siti Nadia Tarmizi kepada INILAHCOM, Jakarta, Sabtu, (24/07/2021).

Agar semakin banyak anak - anak yang mendapatkan vaksin Covid-19, pemerintah terus mengedukasi kepada orangtua agar bisa membawa anaknya mendapatkan vaksin.

“Edukasi kepada orangtua agar tidak ragu membawa anaknya di vaksin,” tambahnya.

Jika masih ada yang belum mendapatkan akses vaksinasi, Nadia mengimbau untuk segera mengunjungi fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

“Untuk vaksinasi pada anak akan dilakuan bersama sekolah  dan hanya di fasyankes,” ujarnya.

Upaya  Orangtua Mengajak Anak untuk Vaksin

Fitri Hasanah, ibu dari tiga anak justru menyambut baik adanya vaksin untuk usia 12-17 tahun. Dengan adanya vaksin, Fitri berharap bisa menambah imunitas atau ketahanan tubuh anak - anak di tengah pandemi.

“Dengan divaksinasi akan menambah imunitas tubuh atau ketahanan tubuh sehingga bila terpapar maka tubuh kita akan dapat melawan virus tersebut,” kata Fitri kepada INILAHCOM, yang baru saja mengantar anaknya vaksin Covid-19.

Sebagai orangtua, Fitri mengaku sangat perlu memberikan edukasi kepada ketiga anaknya tentang pentingnya mendapatkan vaksin Covid-19. Informasi tersebut tentu dia dapatkan melalui literasi dari pakar kesehatan yang memiliki kompetensi.

“Cara edukasi anak adalah dengan memberikan penjelasan berserta pendapat pakar kesehatan dan bukti - bukti terjadinya kematian yang sangat banyak terjadi di seluruh dunia,” tambah Fitri.

Orangtua sudah melaksanakan vaksinasi dua kali, sehingga, lanjutnya,  anak-anak tersebut telah melihat orangtuanya melakukan hal yang sama. Peran pendampingan orangtua Ketika anak mendapatkan vaksin juga sangat penting. Selain menambah kedekatan antara orangtua dan anak, hal itu juga menimbulkan rasa aman dan nyaman dalam diri anak.

“Orangtua sangat baik bila mendampingi dan mengawasi proses tersebut sampai selesai,” ujarnya.

Pandemi, Halau Kebosanan Anak saat di Rumah

Pandemi membuat orangtua memutar otak untuk membuat kegiatan agar anak-anak tidak bosan menghabiskan waktu di rumah.

Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) setiap 23 Juli, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membunuh rasa bosan.

Salah satunya dengan cara membuat prakarya dengan origami, menggambar, dan lainnya.

“Selain gawai, anak-anak bisa membuat origami, menggambar, bisa menggunakan kertas. Kemudian bisa membuat anyaman dan gambar - gambar. Jadi agak mengalihkan pemakaian dari gawai,” kata Instruktur kreatif Amanda Siregar, saat acara virtual bersama Herbalife Indonesia memperingati HAN, Jakarta, Jumat, (23/07/2021).

Hal yang paling penting adalah dalam pemilihan warna. Masih menurut Amanda, kegiatan kreativitas yang dilakukan bersama anak akan lebih manarik jika dilakukan dengan menggunakan warna yang menarik.

“Anak anak suka menggunakan warna - warna yang kontras, agar lebih menarik perhatian,” tambahnya.

Selain itu, bisa juga dengan melakukan olahraga bersama di rumah. Misalnya, orangtua bisa mengajak anak bermain bulutangkis, bola, bersepeda di lingkungan rumah, atau sekedar berjalan kaki bersama. [rok]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Dua Hari Berturut-turut, Kasus Positif COVID-19 Bertambah 10.000

Selama dua hari berturut-turut, kasus positif COVID-19 mengalami k
berita-headline

Viral

Satgas Minta Semua Kepala Daerah Cari Tahu Penyebab Utama Angka Kematian Covid-19

Angka kematian per Agustus 2021 tercatat sebanyak 37.330 kasus. Se
berita-headline

IXU

Peti Jenazah Covid-19 Dari Kardus Bisakah Dipakai?

Beredar video pendek mengenai peti mati bagi jenazah Covid-19 terbuat dari bahan kardus. Dalam ko
berita-headline

Viral

Korsel Siapkan Langkah Hidup Normal Berdampingan dengan COVID-19

Pemerintah Korea Selatan tengah menyusun rencana tentang bagaimana hidup lebih normal dengan COVI
berita-headline

Viral

Jatim Bebas Dari Zona Merah, Tetap Jangan Lengah

Data Satgas Covid-19 Nasional per 31 Agustus 2021, Jawa Timur bebas dari zona merah resiko penyeb