https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   27 July 2021 - 22:10 wib

Surat Swab Palsu Dibandrol Rp100 Ribu-Rp175 Ribu

INILAHCOM, Jakarta - Surat keterangan bebas Covid-19 atau surat swab saat ini menjadi hal yang wajib dimiliki oleh setiap orang yang kerap melakukan perjalanan dari kota satu ke kota lainnya.

Dengam bermodalkan surat keterangan bebas Covid-19, tentunya bisa menjadi pegangan untuk orang yang hendak melamar kerja, masuk ke kota lain atau keperluan lainnya. Selain itu, surat keterangan bebas Covid-19 juga dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Namun sayangnya, banyak orang yang memanfaatkan situasi saat ini yakni menyediakan surat swab palsu atau surat keterangan bebas Covid-19 yang dibuat tanpa melakukan pemeriksaan. Penyedia jasa tersebut sengaja membuat surat swab yang menunjukkan hasil negatif dengan mengatasnamakan klinik atau pelayanan kesehatan tertentu.

Untuk satu surat yang dibuat dibandrol dengan harga Rp100 ribu sampai Rp 175 ribu. Ini diketahui dari pengakuan tersangka pembuat surat swab palsu yang sudah diamankan oleh pihak kepolisian belakangan ini.

Baru-baru ini Polres Depok mengamankan enam tersangka pembuat swab palsu dengan barang bukti puluhan surat keterangan swab antigen palsu yang mereka terbitkan. Bahkan komplotan ini sudah menyebarkan surat swab palsu sebanyak 80 surat dalam satu pekan kemarin.

"Dari pemesan ada yang memberikan Rp175 ribu," kata Kombes Imran Edwin Siregar, Kapolres Depok, Selasa (27/7/2021).

Kasus ini terbongkar ketika ada salah seorang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan dengan melampirkan surat keterangan bebas Covid-19 yang tertera sebuah nama klinik di surat swab tersebut. Kemudian perusahaan mengonfirmasi ke klinik itu untuk mengetahui ada atau tidaknya nama si pelamar.

"Ternyata tidak ada (namanya). (Surat swab) Yang asli kan pakai barcode. Ini tidak ada barcode," jelas Imran.

Dari kasus itulah dilakukan pengembangan hingga akhirnya diamankan enam tersangka diantaranya berinisial ME, AK, NN, RR, MAP, dan AS. Masing-masing dari mereka memiliki peran dan mendapat keuntungan yang berbeda-beda dari aksi kejahatan yang dilakukan.

Selain di Depok, jual beli surat swab palsu juga terjadi di Indramayu, namun pelakunya merupakan seorang pegawai honorer di Puskesmas Kecamatan Sukra berinisial W (45). Dari tangan tersangka, polisi menyita 40 KTP yang diduga sebagai pemesan.

Untuk satu surat swab antogen yang diterbitkan, tersangka mematok harga sebesar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Dari hasil keterangan yang dihimpun, sejumlah orang yang memesan surat swab palsu itu untuk kebutuhan perjalanan.

Para tersangka pembuat surat swab palsu itu dijerat Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dan terancam hukuman 6 tahun penjara.

Dari kasus-kasus tersebut polisi mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan atau memesan surat swab tanpa dilakukannya pemeriksaan. Karena palsu atau tidaknya surat keterangan bebas Covid-19 dapat diketahui dari adanya barcode.

"Hasil surat keterangan iitu harus ada barcode-nya. Masyarakat harus hati-hati, dalam situasi begini pun banyak yang memanfaatkan, kelompok-kelompok tertentu mengambil keuntungan," pungkas Imran.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

25 Daerah di Jawa-Bali Masih PPKM Level 4

Sebanyak 25 daerah di Jawa-Bali masih menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PP
berita-headline

Viral

PPKM Level 4, Sekolah Boleh Simulasi Tatap Muka

Meski masih menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, namun setiap