https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 August 2021 - 19:12 wib

Diperiksa KPK, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Apa-apa

Wakil Ketua Komisi IV, Dedi Mulyadi menjelaskan alasan pemeriksaan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/8/2021).

Dedi diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019 dengan tersangka Anggota DPRD Jawa Barat Ade Barkah Surahman yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat dan mantan anggota DPRD Jawa Barat Siti Aisyah Tuti Handayani.

"Ditanya masalah Pak ABS (Ade Barkah) dan Bu Siti Aisyah, karena kebetulan saya Ketua DPD-nya dulu," kata Dedi kepada wartawan.

Soal materi pertanyaan, Dedi mengaku tak banyak yang disampaikan ke penyidik KPK."Ada lah tiga kayaknya, cuma sebentar cuma berapa menit, enggak ada apa apa ini," ujarnya.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Siti Aisyah bersama anggota DPRD Provinsi Jabar Ade Barkah Surahman sebagai tersangka. Siti Aisyah diduga menerima suap Rp1,050 miliar, sedangkan Ade Barkah diduga menerima Rp750 juta.

Diketahui bahwa kasus tersebut adalah salah satu dari banyak kasus yang diawali dari kegiatan tangkap tangan KPK. Pada tanggal 15 Oktober 2019, KPK menggelar operasi tangkap tangan di Indramayu.

KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu Bupati Indramayu 2014-2019 Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono, dan Carsa ES dari pihak swasta.

Saat ini, empat orang tersebut telah divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Kasus tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut. Pada bulan Agustus 2020, KPK menetapkan tersangka lain, yakni anggota DPRD Provinsi Jabar Abdul Rozaq Muslim. Dia telah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung.

Dalam konstruksi disebutkan bahwa Carsa diduga menyerahkan uang kepada Ade Barkah secara langsung dengan total sebesar Rp750 juta. Carsa juga diduga memberikan uang secara tunai langsung kepada Abdul Rozaq maupun melalui perantara dengan total sekitar Rp9,2 miliar.

Dari uang yang diterima Abdul Rozaq tersebut kemudian diduga diberikan kepada anggota DPRD Provinsi Jabar lain, di antaranya Siti Aisyah dengan total sebesar Rp1,050 miliar.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rajin Kasih Uang ke Robin, Ini Alasannya

Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari punya alasan sendiri terkait pemberian uang kepada
berita-headline

Viral

KPK Janji Pelajari Vonis eks Kadis Lampung Selatan

Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan pihaknya akan mempelajari
berita-headline

Viral

KPK Kerja Sesuai Orderan Politik?

Koordinator Jaringan Aktivis Muda (JAM) Partai Golkar, Rudolfus Jack Paskalis, menilai Komisi Pem
berita-headline

Viral

KPK Usut Dugaan Korupsi Penanganan Perkara di Lampung Tengah, Azis Syamsuddin Tersangka?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka penyidikan kasus baru terkait dugaan pemberian hadiah
berita-headline

Viral

Ada Upaya Menjegal 57 Mantan Pegawai KPK Jadi ASN Polri

Juru Bicara mantan 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Hotman Tambunan mengatakan ada