https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   17 August 2021 - 04:34 wib

The Jak Angel Rindu ke Tribun Dukung Persija

Sepak bola diketahui memiliki banyak sekali penggemar. Di Indonesia pendukung olahraga nomor satu ini semakin bertambah. Walau lelaki masih mendominasi sebagai penggemar sepak bola, namun kehadiran perempuan di stadion juga sudah mulai banyak terlihat. Tak hanya menonton, kaum hawa juga membuat perkumpulan mendukung klub sepak bola idolanya.

Salah satunya The Jak Angel. Pendukung klub Persija Jakarta dari kalangan wanita itu diinisiasi oleh Temmy Miliana. Dari ide wanita berhijab ini akhirnya mematahkan stigma bahwa perempuan menonton langsung klub lokal sebagai hal tabu.

"Kebetulan saya satu, satunya perempuan di antara pendiri Jakmania. Dari 40 orang 39 laki-laki, saya sendiri perempuan," kata Temmy kepada INILAHCOM.

Anggota Jak Angel mulai dari umur 13 tahun ke atas. Profesi beragam. Dari anak-anak hingga ibu rumah tangga. Semuanya merupakan The Jakmania atau sebutan bagi kelompok suporter klub Persija Jakarta. Proses bergabung tak sembarangan ada syarat dari organisasi.

142381161-728581987796005-2027290092859889553-n

"Segala sesuatu kita harus ijin ke pengurus pusat Jakmania. Kalau dari organisasi tidak ijinkan, kita juga enggak bisa karena kita bawa-bawa namanya Jakmania," ucap Temmy.

Temmy juga aktif melakukan kampanye menyasar asap rokok untuk dibersihkan dari tribun stadion. Bukan hanya suar dan bom asap saja yang biasa mengganggu pertandingan, tetapi asap rokok juga demikian. Karena banyak kaum wanita seperti ibu menyusui,  ibu hamil, dan anak-anak di tribun. Mereka meski mendapat kenyamanan saat menonton langsung klub kesayangannya.


Kegiatan The Jak Angel Vakum Selama Pandemi

Temmy menyampaikan, The Jak Angel kerap melakukan berbagai kegiatan sosial. Bahkan sudah menyiapkan sejumlah kegiatan untuk dilakukan. Kini tertunda akibat adanya pandemi Covid-19.

"Sementara vakum. Terakhir kegiatan 2019 pokoknya saat ini kita enggak bisa buat acara lagi. Kita patokan sama organisasi, makanya kemarin ada kegiatan vaksin tapi dari Jakmania, namun rata-rata mereka juga takut kena covid," tandasnya.

Klub Suporter Menjamur

Semua tahu suporter bukanlah pemain, pelatih, pemilik kesebelasan atau bohir nya. Tetapi nyawa utama sepakbola adalah suporter. Kontribusi kesetiaan seorang suporter kepada kesebelasan idolanya dapat menjadi awal berkembangnya kesebelasan.

Sementara klub suporter terus menjamur? Temmy menghargai itu sebagai keberagaman. Namun khusus Jakmania ia berpesan agar taat pada aturan tidak berbuat keonaran.

"Cuman jangan terlalu banyak, kalau banyak bisa ditertibkan enggak ada masalah. Kadangkan ada yang menjamur nyebutnya gini-gini tetapi enggak taat aturan," katanya.

Rindu Sepak Bola

Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan dan perekonomian. Hobi pun demikian. Seperti pada dunia persepakbolaan khusus nya di Indonesia. Temmy sangat rindu kembali menonton sepakbola secara langsung di stadion.

Apalagi menonton tim Persija Jakarta, atmosfirnya sangat luar biasa menambah semangat. "Ini kalau enggak ada bola kayaknya ada yang kurang, kayak agak bolot gitu. Kalau ada bola pikiran saya lebih cemerlang," canda Temmy mengakhiri perbincangan dengan INILAHCOM.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan