https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   17 August 2021 - 11:19 wib

Yuk Bantu Ega, Masa Depannya Masih Panjang

Tidak sanggup rasanya menahan air mata melihat penderitaan yang harus dialami Ega, bocah 6 tahun, anak pencari kayu. Pada usianya yang masih kecil, Ega harus menanggung rasa sakit yang hebat dan tak berkesudahan.

Rambut Ega terlilit di as Pompong (kapal boat) hingga seluruh rambut di kepala Ega lepas dan mengangkat kulit kepalanya hingga bercucuran darah. Pompong adalah kapal berukuran sedang yang biasa digunakan nelayan di Kabupaten Lingga, Sulawesi Selatan untuk mencari ikan. Butuh keahlian khusus untuk membuatnya.

Cerita penderitaan Ega berawal saat dia bersama ayah dan ibunya, pergi hendak mencari kayu, pekerjaan sehari-hari sang ayah. Pencarian kayu berjalan lancar tanpa gangguan, hingga saat pulang menuju rumahnya, Ega dan keluarga menggunakan Pompong.

Ayahnya memegang kemudi kapal, sementara Ega dibelakang bersama ibu. Saat itu cuaca masih sangat dingin, sang ibu membalut Ega dengan selimut agar tetap hangat.

Nahas, selimut yang dipakai Ega terlepas, rambut Ega yang panjang, terurai ke bawah hingga menyentuh mesin pompong. Ega berteriak minta tolong. Sementara kepanikan terjadi, rambut panjang Ega sudah terlilit mesin Pompong dan terus menarik hingga rambut Ega terlepas hingga mengangkat kulit kepalanya.

Darah mengucur deras dari kepala Ega. Bocah malang itu hanya bisa menangis menahan sakit. Kedua orangtuanya panik dan bergegas membawa Ega ke rumah sakit. Setelah menempuh waktu dua jam perjalanan akhirnya Ega sampai di rumah sakit Puri Husada dan segera mendapatkan pertolongan.

Dari hasil pemeriksaan, Ega akan mendapatkan perawatan yang cukup lama, dan membutuhkan operasi di bagian kepala karena luka yang diderita cukup parah. Jika tidak dioperasi, nyawa Ega taruhannya.

Namun, biaya operasi yang cukup besar membuat kedua orang tua Ega bingung. Sebagai pencari kayu, tidak ada yang sisa uang untuk berobat. Bahkan untuk kebutuhan sehari-hari, keluarga Ega kadang kekurangan.

Semoga, cerita sedih Ega dan keluarga bisa mengetuk hati pembaca untuk membantu meringankan derita Ega.  Ega masih kecil, mimpinya masih panjang, masa depannya masih jauh. Semoga Ega segera diberi kesembuhan dan bisa kembali mengejar mimpi dan masa depannya.

Bantu Ega sembuh dan melewati masa-masa sulitnya dengan memberikan dukungan lewat laman kitabisa.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Alfatih Timur, Sosok Inspiratif Anak Muda di Balik Suksesnya Kitabisa

Muhammad Alfatih Timur, menjadi sosok inspiratif dibalik suksesnya start up kitabisa.com.
berita-headline

Kanal

Belajar Daring Saat Pandemi Pengaruhi Penglihatan Anak-Anak

Sejumlah ilmuwan di Hong Hong mengklaim bahwa miopia, atau dikenal juga sebagai rabun jauh, menga
berita-headline

Inersia

Bingung Temukan Bakat Anak? Ini Tipsnya

Johann Wolfgang von Goethe seorang penulis dan penyair dari Jerman
berita-headline

Inersia

Memastikan Asupan Gizi pada Anak di Masa Pandemi

Ketua Bidang Pengaduan Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS ) Rusmarni Rusli mengata
berita-headline

Empati

Ada Pesan dari Sultan: Dengar Naufan Sembuh, Kami Ikut Sembuh

Lengkap sudah kampanye penggalangan dana untuk membantu kesembuhan