https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   14 October 2021 - 13:35 wib

Guru Besar FK UI, Rachel Vennya Harus Ikuti Peraturan Karantina

Viral
berita-headline

istimewa

Guru Besar Fakultas Kedokteran UI,  Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K) menjelaskan terkait Rachel Vennya diduga kabur saat karantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC), Kemayoran, sebagai warga negara seharusnya mengikuti aturan yang berlaku.

"Kalau aturan mengatakan A, tidak boleh belok kanan, kita enggak boleh belok kanan. Kalau aturan yang dibuat untuk warga negara, ya warga negara harus mengikuti," kata Tjandra Yoga Aditama saat dihubungi INILAHCOM, Jakarta, Kamis, (14/10/2021).

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu menambahkan, jika dilihat dari kacamata kesehatan, seseorang yang baru pulang dari luar negeri memiliki risiko perjalanan karena situasi pandemi Covid-19 saat ini belum dinyatakan usai. 

"Dari perjalanan luar negeri ada risiko perjalanan dan wajib dilakukan karantina. Tetapi adanya karantina atau tidak karantina itu tergantung negara masing-masing," tambah Tjandra.

Perlu diketahui, ketentuan Karantina diatur dalam SE Satgas Covid 19 Nomor 18/2021 yang mana bahwa tamu/warga yang baru datang dari Luar Negri wajib melaksanakan karantina selama 8x24 jam.

Kasus Rachel Vennya menjadi sorotan masyarakat lantara Rachel diduga kabur saat masa karantina belum berakhir. Seharusnya Rachel yang baru pulang dari New York menjalankan karantina selama delapan hari.

Tjandra Yoga menjelaskan, karantina menjadi salah satu cara untuk menekan penyebaran Covid-19, mengingat masa inkubasi virus bisa terjadi hingga 14 hari.

"Tetapi memang kalau karantina setidaknya tujuh sampai delapan hari. Kalau di bawah delapan hari itu tidak efektif melihat inkubasi virusnya," tegasnya.

Jika terbukti melanggar masa karantina, Rachel Vennya bisa terjerat pasal 93 UU No.6/2018 tentang kekarantinaan. Berikut adalah isi dari pasal tersebut.

Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Rachel Vennya Diduga Kabur Karantina, Kemenkes Dorong Aparat Beri Sanksi Tegas

Selebgram Rachel Vennya kabur dari masa karantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19, Wisma Atlet Pa
berita-headline

Viral

Kabur Dibantu 2 Anggota TNI, Rachel Vennya Terancam 1 Tahun Penjara

Dari hasil penyelidikan perihal kaburnya selebgram Rachel Vennya saat karantina di RSDC Pademanga
berita-headline

Viral

Kasus Diduga Kabur Karantina Sedang Diusut, Rachel Vennya Akhirnya Minta Maaf

Masyarakat dihebohkan dengan kabar selebgram Rachel Vennya diduga kabur dari masa karantina Covid
berita-headline

Viral

2 Oknum Anggota TNI yang Bantu Rachel Vennya Kabur dari Karantina Sudah Dinonaktifkan

Dua anggota TNI dipastikan ikut membantu kaburnya selebgram Rachel Vennya dalam proses karantina
berita-headline

Viral

Perangi Covid-19, Ini Cara yang Dilakukan Agar Tidak Terjadi Gelombang Ketiga

Keadaan Kasus Covid-19 di Indonesia berangsung pulih. Hal ini terlihat dari penambahan kasus akti