https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   18 August 2021 - 07:32 wib

Panduan Puasa Tasu'a dan Asyura: Tata Cara, Hukum dan Keutamaannya

IXU
berita-headline

Foto: Internet

Pertanyaan: Seperti apa panduan untuk berpuasa Muharram lalu Tata Cara, Hukum, dan Keutamaaannya?

Zaky, 19 tahun.

Jawaban:

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah mengikhbarkan bahwa 1 Muharram 1443 jatuh pada Selasa, 10 Agustus 2021. Karenanya, hari Tasu’a atau tanggal 9 Muharram jatuh pada esok, Rabu, 18 Agustus 2021.

Di hari Tasu’a umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan puasa. Puasa ini menjadi pendamping dari sunnah puasa di Hari Asyura, 10 Muharram, bersama puasa di tanggal 11.

Syekh Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan Tirmidzi menjelaskan bahwa puasa Muharram ada tiga bentuk. Pertama, yang paling utama ialah puasa di hari kesepuluh beserta satu hari sebelum dan sesudahnya. Kedua, puasa di hari kesembilan dan kesepuluh. Ketiga, puasa di hari kesepuluh saja.

Puasa di tanggal 9 Muharram dan 11 Muharram menjadi hal yang membedakan umat Islam dengan umat Yahudi yang juga berpuasa di tanggal 10 Muharram. Bahkan, hal ini ditegaskan langsung Rasulullah saw dalam sebuah hadisnya yang diriwayatkan Imam Ahmad berikut.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullah bersabda): ‘Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya’.” (HR Ahmad).  

Adapun niat puasa Tasu’a (18 Agustus 2021) secara lengkap adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ. 

Artinya: “Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ.”

Niat puasa Asyura (19 Agustus 2021)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala

Artinya: "Saya berniat puasa sunah Asyura karena Allah Lillahi ta'ala"

Puasa bulan Muharram ini sangat penting. Bahkan, derajat puasa di bulan ini hanya satu tingkat di bawah bulan Ramadhan. Hal demikian disampaikan Rasulullah saw melalui sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim berikut.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in mengatakan bahwa asyhurul hurum (bulan-bulan mulia) merupakan bulan-bulan yang utama untuk berpuasa setelah Ramadhan. Sementara di antara asyhurul hurum itu, bulan Muharram adalah yang paling utama, kemudian Rajab, Dzulhijah, Dzulqa’dah, Sya’ban, dan puasa ‘Arafah.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan