https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   18 August 2021 - 11:57 wib

Bersama Suami Pejabat Wanita ini Hanya Pasrah Tunggu Dibunuh Taliban

Wali kota perempuan pertama di Afghanistan Zarifa Ghafari pasrah menunggu Taliban datang membunuh dia di rumahnya. Wanita berusia 29 tahun itu mengaku tak ada pertolongan yang datang kepada dia dan keluarga.

"Saya hanya duduk bersama keluarga saya dan suami saya. Dan mereka akan datang ke orang-orang seperti saya dan membunuh saya," kata Zarifa dilansir The Sun Rabu (18/8/2021).

Zarifa tak bisa pergi meninggalkan Afghanistan serta keluarganya. Dia merupakan perempuan pertama yang menjadi wali kota di Afghanistan di Maidan Shahr sejak tahun 2018 lalu.

"Saya tidak bisa meninggalkan keluarga saya. Dan lagipula, ke mana saya akan pergi?" pungkas Zarifa.

Taliban diketahui sebagai kelompok yang pernah berjaya di Afghanistan kemudian digulingkan. Taliban terus berupaya berjaya kembali sehingga terus terjadi konflik berkepanjangan. Kelompok Taliban berhasil menduduki Ibu Kota Kabul, Minggu (15/08/2021), setelah Presiden Ashraf Ghani meninggalkan Afghanistan. Wilayah itu kini berada di posisi kegawatan setelah diserang Taliban tanpa henti. Persoalan ini menjadi pusat perhatian dunia.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Bendung Taliban dari Dunia Maya, Ini Langkah Facebook

Jatuhnya ibu kota Kabul, Afghanistan ke tangan kelompok bersenjata Taliban, membuat aplikasi What
berita-headline

Viral

Temui Perwakilan Taliban, Ini Penjelasan Menlu Retno

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan perwakilan Taliban di Qatar guna mem
berita-headline

Viral

Urusan Taliban, Indonesia Pernah Sukses Jadi Mediator

Taliban diketahui sebagai kelompok yang pernah berjaya di Afghanistan kemudian digulingkan. Talib
berita-headline

Viral

Taliban Beri Izin Perempuan Sekolah Tinggi dengan Syarat Ini

Penguasa baru Afghanistan, Taliban, telah menebar janji tidak akan kembali pada pemerintahan mere
berita-headline

Viral

Media Barat Skeptis dengan Janji Taliban

Dun