https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   18 August 2021 - 13:41 wib

Kenapa Masyarakat Umum Tak Dapat Vaksin Booster?

Kenapa masyarakat umum tidak mendapat vaksin booster? kenapa hanya tenaga kesehatan yang hanya dapat vaksin booster? Seperti itulah yang banyak ditanyakan masyarakat umum mengenai vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menegaskan saat ini vaksin booster atau vaksin dosis ketiga belum menyasar ke masyarakat umum, tapi dikhususkan kepada tenaga kesehatan (nakes). Penegasan ini adalah jawaban untuk masyarakat yang mempertanyakan perihal vaksin booster.

Saat ini vaksin booster telah dilakukan di sejumlah rumah sakit untuk para nakes dengan menyesuaikan vaksin yang diberikan tahap pertama dan kedua. "Vaksin booster masih terbatas untuk nakes, belum untuk masyarakat," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia Handayani.

Jika ada informasi yang menyebutkan masyarakat umum sudah menerima vaksin booster dipastikan informasi itu tidak benar atau hoaks.

Diketahui, vaksin booster atau penguat vaksin adalah dosis vaksin tambahan yang bertujuan memberikan perlindungan ekstra terhadap penyakit. Karena efek dari vaksin yang sebelumnya sudah disuntikkan dapat menurun seiring waktu.

Pemberian vaksin booster diyakini akan membantu sistem kekebalan tubuh. Jika tubuh kembali terpapar virus, antibodi dapat mengenali dan membunuhnya sebelum merusak tubuh dan penelitian menunjukkan bahwa vaksin booster dapat melatih tubuh untuk mengenali bakteri atau virus.

Karena itu vaksin booster saat ini diprioritaskan untuk nakes yang setiap harinya kerap bersinggungan dengan pasien Covid-19. Selain meningkatkan imun para nakes, vaksin booster juga dibutuhkan untuk memperkuat antibodi terhadap varian baru.

Pertanyaannya adalah, apakah masyarakat umum tidak membutuhkan vaksin booster?
Sejumlah studi menyebutkan tingkat antibodi dari vaksinasi Covid-19 mulai berkurang setelah jangka waktu 6 bulan, karena itulah diperlukan vaksinasi booster. Namun vaksinasi booster ini belum dibutuhkan masyarakat umum di Indonesia kecuali orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti yang dijelaskan oleh Pakar Epidemologi Griffith University Australia Dicky Budiman.

"Masih memprioritaskan tenaga kesehatan atau mereka yang mempunyai komorbid. Karena mereka yang paling banyak berkonstribusi pada angka kasus kematian akibat Covid-19," jelasnya.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan vaksin booster hanya diberikan kepada nakes dan tenaga pendukung kesehatan. Saat ini diperkirakan jumlah tenaga pendukung kesehatan yang tersebar di Indonesia mencapai 1,5 juta orang.

Selain masih ada lebih dari 160 juta penduduk sasaran vaksinasi yang belum disuntik, hal ini dilakukan karena resiko nakes terpapar Covid-19 sangat tinggi dibanding kelompok masyarakat lainnya.

"Kami memohon agar publik dapat menahan diri untuk tidak memaksakan kepada vaksinator untuk mendapatkan vaksin ketiga. Masih banyak saudara-saudara kita yang belum mendapatkan vaksin. Mohon untuk tidak memaksakan kehendak," tandasnya.
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Polri Tegaskan Tak Beri Vaksin Booster untuk Non Nakes

Divisi Humas Polri menegaskan pihaknya tidak memberikan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (boost
berita-headline

Empati

Cerita Nakes Usai Vaksin Booster

Tenaga kesehatan (Nakes) menjadi orang yang pertama berhadapan langsung dengan pasien terkonfirma