https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   19 August 2021 - 18:47 wib

Demi Indonesia Emas 2045, PAN Terus Berjuang

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas menilai negara-negara di seluruh dunia tengah mencari titik kesetimbangan baru, titik equilibrium baru.

"Semua negara berlomba-lomba menemukan formula terbaiknya untuk tetap relevan di tengah persaingan dunia di zaman ini," ujarnya dalam pidato acara perayaan 50 Tahun CSIS Indonesia, Kamis (19/8/2021).

Zulhas mengambil contoh Tiongkok saat ini terus merangsek menjadi negara superpower yang mengendalikan industri dan perdagangan dunia. Mereka membangun jalur sutra baru dengan kebijakan One Belt One Road (OBOR), menghubungkan kota-kota, pelabuhan, dan airport di seluruh dunia untuk menguasai sistem ekonomi dan perdagangannya.

"Tetapi di saat bersamaan, mereka juga melakukan proteksi terhadap industri dalam negeri mereka, UMKM disokong untuk bisa melakukan ekspor ke luar tetapi sekaligus dilindungi agar tak dilibas produk impor dari luar. Apa yang sudah dilakukan Indonesia?" kata Bang Zul, panggilan akrabnya.

Amerika Serikat tak mau kalah. Mereka mempersiapkan militer dan teknologi untuk tetap menjadi negara terbesar, terus berinovasi dengan mengedepankan riset dan pengembangan. Negara-negara maju Asia seperti Jepang dan Korea Selatan juga terus mempersiapkan diri.

Jepang tak henti melakukan riset dan inovasi tentang resiliensi bencana untuk menghadapi berbagai ancaman perubahan iklim. Korea Selatan meneror dunia dengan invasi politik kebudayaannya. Apa yang sudah dilakukan Indonesia?

"Dengan melihat pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak positif, banyak riset memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2045 (enam besar dunia). Namun, tanpa visi yang jelas untuk mewujudkan kesejahteraan umum dan keadilan sosial, 300 juta rakyat Indonesia nanti akan bertarung dengan masalah-masalah baru seperti ketimpangan sosial, kemiskinan kota, social distrust, akses publik dan transportasi, krisis air bersih, lingkungan yang buruk, dan lainnya," ucapnya.


PAN Pastikan Indonesia Emas 2045


Yang akan dilakukan PAN untuk memastikan Indonesia Emas 2045 adalah mendorong semua pihak untuk ikut memperbaiki sistem yang ada. Sistem politik, sistem ekonomi, sistem kebudayaan, dan lainnya sehingga sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.

Untuk mencapai Indonesia Emas 2045 kita tidak cukup hanya mengandalkan dan mengglorifikasi bonus demografi saja. Sekurangnya ada empat hal mendasar yang perlu kita kawal bersama-sama.

Pertama, kita harus mengedepankan prinsip kedaulatan dan memperkuat identitas nasional kita sebagai bangsa. Sesuai dengan prinsip trisakti Soekarno: Berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Ini modal yang sangat penting yang harus kita miliki dan terus perkuat.

Kedua, kesadaran geopolitik dan keinginan untuk memenangkan kompetisi global harus hadir dalam pikiran berbangsa kita. Indonesia bukanlah bangsa yang ‘inward looking’, hanya melihat ke dalam, tetapi bangsa yang ‘outward looking’, melihat keluar, sebagaimana amanat dalam pembukaan UUD 1945 untuk ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kesejahteraan sosial.

Ketiga, dalam melalui kompetisi global itu, semua pemangku kebijakan harus memiliki keberpihakan kepada kepentingan bangsa dan negara. Di sini perlindungan terhadap potensi dalam negeri menjadi sangat penting. Pemanfaatan sumber daya alam yang disertai program konservasi menjadi niscaya, keberpihakan terhadap industri dalam negeri tak boleh ditawar, hak-hak warga negara Indonesia harus dijaga dan dibela, diwujudkan kesejahteraannya. Kita memiliki potensi pasar yang sangat besar yang harus diisi oleh produk-produk dalam negeri, pada saat yang sama kita juga harus mampu melakukan ekspansi ke pasar global.

Keempat, untuk memenangkan persaingan global yang makin ketat pasca pandemi, persaingan di era digital, kita harus terus mengembangkan kapasitas dan kualitas SDM kita melalui pendidikan, riset dan inovasi. Inilah amanat terbesar ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ itu. Jangan sampai bangsa kita hanya menjadi kelas pekerja saja yang terjebak dalam ‘middle-low income trap’. SDM Indonesia ke depan harus memiliki daya saing global, dengan keterampilan abad 21, siap berkolaborasi dengan para pemain utama kelas dunia.

"PAN berkomitmen akan terus berjuang menjalankan fungsi politiknya. PAN akan terus memperjuangkan gagasan moderasi, tengah, moderat untuk menjaga spirit Indonesia yang dibangun berdasarkan konsensus dan kesepakatan bersama, untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Zulhas.

Tag :
PAN
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Unik! Tanamkan Nasionalisme ke Kader, PAN Gelar Upacara Bendera Virtual Serentak

Ada yang unik dilakukan partai politik pada perhelatan 17 Agustus 2021 ini. Memperingati HUT Ind
berita-headline

Viral

Diundang Jokowi, PAN Menko PMK?

Partai Amanat Nasional (PAN) juga ikut diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersamaan dengan pa
berita-headline

Viral

Rakernas II PAN Momentum Gotong Royong untuk Bangsa

Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II yang diselenggarakan se
berita-headline

Viral

Zulhas: Rakyat Harus Ditolong, Tidak Sibuk Berdebat

Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah dalam menangani Cov
berita-headline

Viral

PAN Merapat ke Koalisi Pemerintahan

Sore ini, Presiden Joko Widodo mengundang para petinggi partai koalisi ke Istana Merdeka. Seluruh