https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   20 August 2021 - 01:43 wib

Menakar Kans Indonesia Juara di Piala Thomas dan Uber 2020

Undian Piala Thomas & Uber 2020 sudah rampung digelar Rabu (18/8) sore. Undian yang dihelat di markas besar Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) di Kuala Lumpur, Malaysia, menempatkan tim Thomas dan tim Uber Indonesia di grup yang tidak bisa dibilang mudah. Meski bukan perkara yang ringan diharapkan kedua tim bisa tampil maksimal untuk juara grup.

Tim Thomas Indonesia yang menjadi unggulan pertama berada di grup A bersama Chinese Taipei, Aljazair, dan Thailand. Chinese Taipei dianggap bisa menjadi rintangan mengingat kekuatan materi pemainnya yang merata seperti tunggal putra Chou Tien Chen dan Wang Tzu Wei serta peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 sektor ganda putra Lee Yang/Wang Chi-Lin.



Sementara tim Uber Indonesia tergabung bersama Jepang, Jerman, dan Perancis. Juga di Grup A. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky menanggapi hasil undian tersebut.



"Kans kami di grup A Piala Thomas, peluangnya untuk menjadi juara grup itu ada. Hanya saja tetap tidak boleh lengah, terutama saat berhadapan dengan tim Chinese Taipei. Kekuatan mereka merata, apalagi ganda putranya (Lee Yang/Wang Chi-Lin) baru mendapat medali emas Olimpiade. Untuk Aljazair dan Thailand saya rasa kita bisa, tidak ada kendala. Kami mengincar posisi juara grup untuk menghindari bertemu lawan kuat di delapan besar seperti China, Denmark, dan Jepang. Setidaknya mengurangi tekanan dulu karena di delapan besar tekanan pasti jadi lebih besar," tutur Rionny kepada Tim Humas dan Media PP PBSI di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur dikutip dari BadmintonIndonesia.

Di bagian putra, Indonesia mewaspadai Taiwan yang memiliki kekuatan merata. Mereka punya dua tunggal putra, Chou Tien Chen dan Wang Tzu Wei, serta ganda putra yang sedang naik daun, Lee Yang/Wang Chi Lin. Pasangan ini merebut empat gelar juara dari empat turnamen yang diikuti tahun ini, termasuk meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Tim Uber

Tantangan lebih besar dihadapi tim Piala Uber. Dengan kekuatan yang kurang merata, Indonesia hanya menjadi unggulan 5/8. Posisi ini membuat Indonesia tak terhindar berada satu grup dengan salah satu dari empat unggulan teratas.

Undian yang dipimpin Major Event Manager  BWF Venugopal Mahalingam akhirnya menempatkan Indonesia bersama juara bertahan Jepang. Unggulan pertama Piala Uber ini memiliki kekuatan komplet di tunggal dan ganda.

Meski gagal total di Olimpiade, para pebulu tangkis putri Jepang tetap menjadi tim terkuat di dunia. Di tunggal, mereka memiliki Nozomi Ukuhara (peringkat ke-3) dan Akane Yamaguchi (5). Adapun di nomor ganda terdapat pasangan terbaik dunia Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (3).

”Kami harus berjuang keras mengatasai Jepang. Dari pengalaman di Olimpiade, tim Jepang bermain dengan tekanan yang sangat tinggi. Kami tidak boleh takut, mereka bisa dikalahkan dengan persiapan yang baik, bermain tenang, dan memberikan tekanan pada mereka,” kata Rionny.

Menurut Rionny, saat ini PBSI belum memutuskan nama-nama pemain yang akan mengisi line up Merah-Putih. Baik tim Thomas maupun tim Uber. Tapi persiapan sudah mulai dilakukan dan ia memastikan Indonesia akan menurunkan tim terbaik demi mengembalikan supremasi bulutangkis ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Kita lihat di Olimpiade kemarin, yang terlihat tidak mungkin menjadi mungkin dan itu harus dibuktikan. Di Piala Thomas ini bukan berarti tidak mungkin. Kita sekarang harus mawas diri, evaluasi dan introspeksi sebenar-benarnya lalu persiapkan dengan bagus demi membawa kembali Piala Thomas ke Indonesia. Untuk Piala Uber, delapan besar saya yakin lolos tapi lebih baik juara grup agar peluang ke semifinal lebih besar. Tapi bukan berarti targetnya semifinal, targetnya juga kita bawa pulang Uber ke sini," ungkap Rionny.

"Nama-nama pemain belum saya tentukan, tapi gambarannya sudah ada. Kami masih punya waktu sampai tanggal 24 September 2021 mendatang. Kami masih mau pantau kesiapan mereka dan hasil latihan terakhir. Teman-teman atlet yang ikut Olimpiade baru kembali berlatih, saya juga baru masuk. Jadi nanti saya akan rapat dulu dengan pelatih untuk menyiapkan latihan secara maksimal. Dari fisik, disiplin  dan semuanya. Saya pastikan tim Thomas dan Uber Indonesia nanti adalah tim terbaik yang kita punya, tim yang siap bertanding. Bukan pemain muda yang coba-coba," pungkasnya.

Piala Thomas & Uber 2020 mulanya akan digelar tahun 2020, tetapi ditunda karena pandemi Covid-19. Tahun ini, akhirnya turnamen beregu putra dan putri paling prestisius ini bakal berlangsung pada 9-17 Oktober di Aarhus, Denmark.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Hangout

Kisah Sukses Erwin Laisuman yang Bisa Dicontoh Anak Muda

Kehidupan bagi roda, kadang di atas kadang di bawah. Hal ini pernah dialami Youtuber dan trader E
berita-headline

Viral

Jangan Ragukan Gubernur Anies dan Komitmen Anti Korupsinya

Komitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih (good and clean government) dari korupsi kemb
berita-headline

Viral

Indonesia Siapkan Strategi Khusus Sapu Bersih Sudirman Cup Sampai Thomas & Uber Cup

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tengah menyiapkan program khusus agar skuad bulu t
berita-headline

Inersia

Cerita Praveen Jordan Berkutat Dengan Covid Selama Olimpiade Tokyo 2020

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan akhirnya buka suara mengenai pengalamanny
berita-headline

Viral

Setia Layani Rakyat, Mahyeldi Serahkan Mobil Dinas ke Satgas Covid

Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah memohonan maaf kepada ma