https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   21 August 2021 - 10:30 wib

Tumbuhkan Rasa Ingin Menabung pada Anak Sejak Dini

Lima anak, generasi bangsa semangat memberikan pengalamannya dalam bentuk bacaan yang dituangkan melalui cerpen.

Cerita pendek yang mengisahkan tentang bagaimana beruntungnya ketika menabung sejak kecil, keinginan-keinginan untuk mendapatkan sesuatu tetapi baru bisa terwujud usai menabung, dan masih banyak lagi dicurahkan para anak yang kebanyakan lulusan Sekolah Dasar Negeri (SDN).

Buku kumpulan Cerita Pendek (Cerpen) itu berjudul “Kecil-kecil Pandai Menabung”. Buku cerpen ini merupakan bagian dari seri komik untuk mengedukasi literasi keuangan melalui kacamata murid.

Kecil-kecil Pandai Menabung merupakan hasil lima karya cerita pendek terpilih yang diseleksi dari 100 siswa SD dan SDLB dari Jakarta, Tangerang, dan Bandung peserta PermataBankir Cilik. Kelima cerpen ini dipilih berdasarkan ide cerita yang istimewa, keutuhan dan kerunutan alur cerita, adanya pesan yang mengajak pembaca untuk dapat mengelola uang dengan bijak, serta tata bahasa yang baik.

Tidak lain, hal ini bertujuan memberikan edukasi literasi keuangan untuk pelajar SD dan setingkatnya sehingga menginspirasi generasi muda untuk menjadi Duta Menabung. Program ini juga didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI).

Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK, Edwin Nurhadi menjelaskan, penetrasi literasi dan inklusi keuangan kepada anak, terlebih lagi dalam kondisi pandemi COVID-19, adalah hal yang tidak mudah.

“Dengan semua aktivitas belajar dan mengajar yang serba online, kini kebutuhan akan media pembelajaran digital semakin bertambah. Apalagi yang disajikan dengan gambar atau ilustrasi menarik dan dekat dengan keseharian anak-anak seperti buku,” kata Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Jakarta, Sabtu, (21/08/2021).

Dengan demikian, diharapkan pesan kebaikan yang terkandung di dalam buku akan lebih mudah tersampaikan dan diserap anak-anak yang membaca.

“Kami berharap buku ini bisa memperkaya ragam buku anak Indonesia, serta menginspirasi mereka untuk memulai kebiasaan baik menabung mulai sekarang,” tambahnya.

Situasi pandemi tidak menyurutkan semangat setiap orang untuk terus berkarya. Dengan adanya buku untuk anak-anak ini, adalah sebuah bentuk menggiatkan program literasi keuangan untuk anak sejak dini.

Dengan perkembangan dan kemajuan teknologi,  ada peluang untuk menyebarkan literasi keuangan melalui media digital.

"Kali ini kami sangat terkesan melihat kreativitas, imajinasi dan keragaman cerpen yang dihasilkan anak-anak, sekaligus menginspirasi kawan-kawan sebaya mereka. Semoga buku ini benar-benar bisa menjadi wadah pembelajaran bagi anak-anak kita dan memotivasi mereka untuk memulai kebiasaan baik menabung sejak dini,” ujar Direktur Hukum dan Kepatuhan PermataBank, Dhien Tjahajani.

Lima cerpen yang terpilih dalam buku Kecil-kecil Pandai Menabung adalah:

1. “Mainan Baru untuk Alif”, karya Mayda Safira Putri (SDN Pondok Jaya 02, Tangerang Selatan)

2. “Keinginan Mira”, karya Zaskia Amanda (SDN 200 Leuwipanjang, Bandung)

3. “Hadiah untuk Deano”, karya Gregoria Audrey Helena Putri (PKBM Alfa Omega, Tangerang)

4. “Menabung Jadi Beruntung”, karya Qalesya Elshine Deanov (SDN Pela Mampang 09, Jakarta)

5. “Kado Ulang Tahun untuk Dita”, karya Yumna Aufannida Mafaza (SDN Jurangmangu Timur 02, Tangerang Selatan).

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Belajar Daring Saat Pandemi Pengaruhi Penglihatan Anak-Anak

Sejumlah ilmuwan di Hong Hong mengklaim bahwa miopia, atau dikenal juga sebagai rabun jauh, menga
berita-headline

Inersia

Bingung Temukan Bakat Anak? Ini Tipsnya

Johann Wolfgang von Goethe seorang penulis dan penyair dari Jerman
berita-headline

Viral

Pemerintah Bantu Kebutuhan Anak yang Jadi Tumbal Pesugihan

Pemda Sulawesi Selatan menyiapkan sejumlah kebutuhan untuk anak berinisial AP (6) yang menjadi ko
berita-headline

Inersia

Empat Solusi Cegah dan Putus Rantai Pola Asuh Toksik

Hasil survei menunjukkan bahwa 57 persen responden merasa menjadi orang tua yang tegas, tetapi pe
berita-headline

Empati

Dadang, Potret Pengemudi Ojol Berjuang untuk Sambung Napas Anak

Pengemudi ojek online menjadi salah satu yang terdampak pandemi.Salah satunya yang dialam