https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   22 August 2021 - 06:06 wib

Salip Vietnam, Pengguna Nama Domain .id Terbanyak di ASEAN

Organisasi yang ditugasi pemerintah mengelola nama domain internet Indonesia, PANDI, melaporkan bahwa hingga Agustus 2021 ini pengguna nama domain .id sudah mencapai 534.876. Dari angka ini mengungguli Vietnam dengan nama domain .vn yang selama ini mendominasi ASEAN.

Sebagai perbandingan, pengguna nama domain Vietnam .vn per 31 Juli 2021--menurut situs resmi mereka--berjumlah 531.672, yang berarti Indonesia menyalip Vietnam dalam penggunaan nama domain kode negara tersebut.

Dari 13 jenis domain .id yang dikelola PANDI, peringkat domain terbanyak masih dipegang oleh .id dengan raihan 205.846, kemudian my.id di posisi kedua dengan 119.738 dan terakhir co.id dengan 110.335.

Data pertumbuhan nama domain se-ASEAN per Desember 2020 dengan urutan peringkat, pertama Indonesia, kemudian Malaysia, Vietnam, Singapura dan Thailand, dan terlihat bahwa peningkatan signifikan berasal dari nama domain Indonesia (.id).

Pertumbuhan domain .id mencapai 37,9 persen pada tahun 2020, hal ini menjadikan nama domain .id menjadi nama domain yang paling agresif pertumbuhannya di ASEAN dan menjadikan CCTLD dengan pertumbuhan tertinggi di dunia di tahun 2020 menurut data lembaga Riset Eropa, Council of European National Top-Level Domain Registries (CENTR).

Selain pertumbuhan yang tinggi, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen APTIKA) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel A Pangerapan mengatakan tata kelola dan pelaksanaan domain penting untuk dijalankan dengan baik seiring dengan transformasi pengelolaan domain.

"Transformasi pegelolaan domain ini panjang, sehingga butuh tata kelola yang lebih baik, yang sekarang ini tengah dijalankan oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Perjalanan ini sangat panjang dan kita terlibat di dalamnya," kata Semuel dalam Pembukaan PANDI Meeting 12 yang mengangkat tema "Langkah Kemajuan atas Kehadiran dan Ketahanan Digital Bangsa Indonesia", yang digelar secara daring, Sabtu.

"Tata kelola sangatlah penting, bentuknya sudah stakeholder dan melayani banyak kepentingan. Ke depannya, ditransormasikan soal pemisahan tata kelola dan pelaksanaannya," ujarnya menambahkan.



Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Empati

Anak Yatim Tak Ada Makanan Pemimpin Pesantren Hanya Bisa Bermunajat di Atas Sajadah

Saung Galing menyambut kedatangan inilah.com di kediamannya Kampung Ciketing, RT003/RW 003
berita-headline

Viral

40 Juta Warga Indonesia Sudah Vaksin ke-2

Hingga saat ini pemerintah telah memberikan vaksinasi Covid-19 terhadap 40.362.820 warga Indonesi
berita-headline

Inersia

Warga Tangsel, Tugu Pamulang Segera Berganti, Begini Desainnya

Warga Tangerang Selatan (Tangsel) kini bisa berbangga. Tugu Pamulang yang sempat viral disebut mi
berita-headline

Empati

Pasien Covid Tak Harus Meninggal, Cukup Terapi Multivitamin

Dokter Estetika Amira Farahnaz, sudah 18 bulan berkutat dalam menangani pasien Covid-19. Tingkat
berita-headline

Viral

Kemenkes Lakukan Audit Vaksinasi COVID-19 Untuk Cegah Penyimpangan

Kementerian Kesehatan menggandeng BPKP dan berbagai pihak untuk melakukan audit secara berkala un