https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   23 August 2021 - 05:14 wib

Di Balik Cerita Ulu Camii Bursa

Jika berkunjung ke negara Turki tentu setiap wisatawan akan tertuju ke Kota Istanbul. Karena di kota tersebut terdapat banyak peninggalan dan bangunan bersejarah mulai dari Istana Hagia Sophia yang sekarang menjadi Masjid, Museum Topkapi serta Masjid Biru.

Namun ada satu kota yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi yaitu Kota Bursa yang berada di bagian barat Turki. Di kota ini terdapat sebuah bangunan masjid yang memiliki keindahan jika masuk ke dalamnya.

Ya, Masjid Agung Bursa atau dikenal Ulu Camii Bursa adalah masjid terbesar di Bursa yang memiliki 20 kubah dibangun antara 1396 dan 1399 Masehi. Dalam bahasa Arab, Ulu berarti tinggi/agung dan Camii adalah masjid.

Bedasarkan cerita seorang guide atau pemandu wisata bernama Hasan menceritakan, konon di Kota Bursa akan dibangun sebanyak 20 masjid oleh Sultan Yildirim Bayezid I. Jika ia memenangkan perang melawan Pasukan Salib di Perang Nicopolis maka akan dibangunkan sebanyak 20 masjid.

Hingga akhirnya kemenangan bisa diraih oleh umat Islam ketika, masyarakat pun menyambut pasukan umat Islam dengan suka cita. Namun ketika hendak membayar janji membuatkan 20 masjid, keuangan kerajaan tidak mencukupi untuk pembangunan sebanyak itu.

Kemudian rencana itu diubah menjadi membangun masjid dengan 20 kubah tepat di jantung Kota Bursa. Keberadaan Masjid Agung Bursa menjadi kebanggaan lantaran bentuknya yang menawan.

20 Kubah
Kubah sebanyak 20 buah menjadi ciri khas masjid ini dimana masing-nya terdiri dari empat baris yang berjajar sebanyak lima baris dan terdapat dua menara sebagai lambang kejayaan.

Ekterior Masjid Agung Bursa seluruhnya terbuat dari bahan batu. Satu unit pancuran air penuh ornamen ditempatkan di pelataran masjid di depan menara masjid. Menara kembar yang tampak identik satu dengan lain yang mengapit masjid ini sebenarnya dibangun pada waktu yang berbeda. Satu menara di sisi barat merupakan bangunan menara yang dibangun bersamaan dengan pembangunan masjid pada saat awal, sedangkan menara yang berada disebelah timur dibangun kemudian oleh Sultan Mehmet I pada abad ke 15.

Tempat Wudhu
Jika umumnya setiap masjid memiliki tempat wudhu di luar, namun tempat air wudhu Ulu Camii Bursa berada di dalam, tepat di tengah masjid. Tempat wudhu itu dibatasi kayu dan ukurannya pun lebih rendah dari tempat salat.

Uniknya, tempat air wudhu itu berbentuk kolam yang di tengahnya memiliki air mancur yang terus mengalir hingga tumpah ke kolam yang berada di bawahnya. Tapi hanya para pria lah yang diperbolehkan menggunakannya, karena tempat air wudhu ini terbuka. Sedangkan untuk wudhu wanita tetap ada di bagian sudut lainnya.



Bangunan tempat wudhu ini pun memiliki cerita tersendiri. Hasan menceritakan, dahulu pembangunan masjid sempat terhambat lantaran proses pembebasan lahan karena ada bangunan rumah milik seorang wanita tua.

Ia menolak rumahnya dilepaskan untuk pembangunan masjid tapi seiring berjalannya waktu, wanita tua itu rela melepas rumahnya untuk dibeli sultan. Dan kini bangunan rumah itu diubah menjadi tempat untuk berwudhu sebagai bentuk penghormatan sultan.

Mihrab Khas Ukiran Turki
Usai mengambil wudhu kemudian langsung menuju ke ruang salat. Di sinilah terlihat mihrab khas ukiran Turki di bagian imam. Jika melihat mihrab tersebut akan terus ingat kepada Sang Pencipta.