https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 August 2021 - 10:27 wib

Sertifikat Vaksin & Takut Data Pribadi Bocor? Ini Solusinya

IXU
berita-headline

Foto: Istimewa

Pertanyaan:

Saya mau bertanya, untuk setiap kegiatan seperti naik KRL atau ke Mal sekarang wajib menunjukkan sertifikat vaksin. Apakah ini aman untuk data pribadi karena disana juga terdapat informasi pribadi seperti NIK dan tanggal lahir? bagaimana cara untuk lebih mengamankannya?.

Jawaban

Pemerintah di ketahui telah menetapkan bahwa anggota masyarakat harus menunjukkan sertifikat vaksin COVID-19 yang dimiliki agar bisa memasuki tempat tertentu.

Di tengah fenomena sertifikat vaksin yang menjadi salah satu kewajiban bagi masyarakat dalam beraktivitas, kita perlu memahami bahwa data pribadi kita menjadi rentan untuk terekspos. Kita bisa melihat beberapa kasus seperti ada yang mem-print sertifikat vaksinnya, memamerkan sertifikatnya di sosial media, bahkan ada yang sampai menyablon sertifikat vaksin mereka di baju. Hal ini yang perlu diperhatikan secara khusus, karena akibat dari kebocoran data pribadi kita sangat fatal dan merugikan.

Sejalan dengan hal itu, hari ini di Indonesia, salah satu perusahaan cyber security terbesar di Asia Pasifik, ITSEC Asia membagikan tiga tips untuk membantu menjaga keamanan atau kerahasiaan data pribadi tersebut agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Adapun ketiga tips dari ITSEC Asia untuk membantu menjaga keamanan atau kerahasiaan data pribadi pada sertifikat vaksin COVID-19 yang dimaksud, bisa dilihat berikut ini.

1. Jangan Memamerkan Sertifikat Vaksin dalam Bentuk Apapun

Saat seseorang menunjukkan atau memamerkan sertifikat vaksin COVID-19 secara publik, walaupun orang itu sudah berusaha untuk menutupi informasi penting yang ada di sertifikat bersangkutan, tidak menjamin informasi tersebut pasti terjaga. Oleh karena itu, Anda jangan memamerkan sertifikat vaksin COVID-19 dalam bentuk apapun. Lebih baik Anda hanya menunjukkan sertifikat vaksin COVID-19 jika memang diperlukan.

2. Gunakan Aplikasi Resmi yang Bisa Memastikan Keamanan Data

Anda jangan menggunakan aplikasi-aplikasi yang tidak resmi. Pasalnya, aplikasi yang tidak resmi sulit dipastikan tingkat keamanan data yang dimilikinya. Dengan kata lain, menggunakan aplikasi yang tidak resmi akan mengancam keamanan atau kerahasian data pribadi Anda. Begitu pula dengan aplikasi resmi yang tidak bisa menjamin keamanan datanya. Gunakan sertifikat vaksin COVID-19 Anda hanya pada aplikasi resmi yang bisa memastikan keamanan data pribadi.

3. Tunjukkan Sertifikat Vaksin Hanya Kepada yang Berwenang

Sejalan dengan tips pertama, Anda jangan menunjukkan sertifikat vaksin COVID-19 ke sembarang pihak. Tunjukkan sertifikat vaksin COVID-19 hanya kepada yang berwenang saja, itu pun bila diperlukan. Anda berhak menolak menunjukkan data pribadi ke pihak-pihak yang dinilai mencurigakan atau tidak berkepentingan, seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) pasal 26 ayat 1 dan penjelasannya UU 19/2016.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

IXU

Bantuan Kuota Data Internet, Siapa yang Dapat?

Pertanyaan: Bagaimana cara dapat bantuan Uang kuliah Tunggal (
berita-headline

Viral

Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor di Medsos, Istana Merespon

Sertifikat vaksin Presiden Joko Widodo (Jokowi) bocor dan tersebar di media sosial. Nomor induk k