https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 August 2021 - 11:33 wib

Mengakali Aplikasi PeduliLindungi

Aplikasi PeduliLindungi bisa dikatakan merupakan ujung tombak aktivitas masyarakat di tengah pandemi Coronavirus Disease (COVID-19), tepatnya pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di beberapa kota yang diterapkan sebagai persyaratan untuk bekerja di kantor, masuk mal dan bepergian dengan transportasi umum.

Setidaknya keberadaan aplikasi ini memperlancar uji coba implementasi protokol kesehatan di DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Semarang, dan Kota Surabaya, sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 30 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Dengan kebutuhan yang ada aplikasi Pedulilindungi yang terdapat pada ponsel akan menemukan aplikasi ini perlahan memakan kapasitas penyimpanan dan memakan banyak memori.



Tentunya, ini akan menjadi masalah karena semakin banyak halaman yang dikunjungi, maka akan semakin banyak pula ruang sistem yang perlahan termakan oleh aplikasi ini sehingga membuat baterai terkuras dan ponsel tidak berjalan optimal bagi yang memiliki RAM kecil.

Pengamat gawai dari komunitas Gadtorade Lucky Sebastian mengungkapkan jika Aplikasi PeduliLindungi memang termasuk aplikasi yang jika dibiarkan berjalan pada sistem akan cukup besar menggunakan daya, seperti aplikasi medsos.

"Wajar sih (aplikasi pedulilindungi) karena ada map, posisi, akses kamera, prevent from sleep dan lain-lain. Jadi klo mau lama di mal, setelah masuk bisa tutup dulu aplikasinya," tuturnya dalam cuitan akun twitter @gadtorade.

Untuk menutup aplikasi pengguna cukup masuk kedalam settingan dan masuk kedalam Pengaturan> Baterai> Penggunaan Baterai. Anda akan mendapatkan daftar yang akurat hingga dua koma desimal dari apa yang menghabiskan baterai dan mengetuk aplikasi pedulilindungi  dan menekan 'Stop' akan menghentikannya berjalan dan membebaskan RAM anda.

Jika melihat perkembangan aplikasi PeduliLindungi, sejak ada imbauan kepada masyarakat untuk mengunduh dan mengaktifkan aplikasi PeduliLindungi di smartphone-nya, sebagaimana Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 7 Tahun 2020 tertanggal 6 Juni 2020 dan Nomor 8 Tahun 2020 tertanggal 14 Juni 2020, ada penambahan layanan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), seperti diwartakan INILAHCOM , bersama platform layanan kesehatan Halodoc menghadirkan layanan pengobatan jarak jauh (telemedicine) di dalam PeduliLindungi. Aplikasi ini untuk melacak persebaran COVID-19.

Dengan hadirnya layanan telemedicine pada aplikasi PeduliLindungi, pengguna kini bisa lebih waspada saat beraktivitas dan menerapkan protokol pencegahan sesuai dengan anjuran dokter.

Aplikasi PeduliLindungi menjalankan dua fungsi utama, yaitu fungsi surveillance atau pengawasan untuk pemerintah dengan mendeteksi pergerakan orang-orang yang terpapar COVID-19 selama 14 hari ke belakang.

Kedua, aplikasi tersebut juga terhubung dengan berbagai operator seluler. Dengan demikian, hasil tracking dan tracing aplikasi ini dapat memberikan peringatan kepada nomor pengguna yang berjarak 2—5 meter dari orang yang didiagnosis pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pantauan (ODP) untuk segera menjalankan protokol kesehatan COVID-19 melalui layanan konsultasi dokter.

Aplikasi ini juga sangat berguna bagi petugas di bandara, pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan, atau di tempat lainnya untuk mengetahui apakah seseorang sudah menjalani program Vaksinasi atau belum.

Terkait dengan hal itu muncul pro dan kontra soal siapa yang berwenang melakukan scan pada QR code ketika masyarakat akan masuk pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan.

Sebenarnya, menurut pakar siber keamanan Dr. Pratama Persadha, kalau sistem ini diterapkan, bagus untuk security. Namun, jadi tidak adil untuk masyarakat yang tidak memiliki smartphone karena mereka tidak akan bisa masuk mal.

Sebaiknya Pemerintah membuat sistem khusus untuk pengunjung pusat perbelanjaan seperti ini. Misalnya, ada sistem barcode scanner yang langsung terkoneksi ke aplikasi pedulilindungi.id. Pengunjung cukup menunjukkan kartu vaksin yang sudah di-print, lalu sistem bisa otomatis memverifikasinya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Data eHAC Diduga Bocor, Berikut Ini Hal yang Wajib Diwaspadai

Aplikasi kesehatan e-HAC (electronic Health Alert Card) diduga menderita kebocoran data, s
berita-headline

Viral

Wajib Pakai PeduliLindungi untuk Semua Akses Publik

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah mengeluarkan inst
berita-headline

Viral

BSSN Tegaskan Sistem Aplikasi PeduliLindungi Aman

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan bahwa sistem pelacakan kontak di aplikasi PeduliLi
berita-headline

Kanal

Erick Thohir Nyamar Jadi Karyawan Apotek di Depok

Menteri BUMN Erick Thohir meninjau langsung program Kementerian BU
berita-headline

Viral

Dugaan Data eHAC Bocor, Pakar Siber Nilai Pemerintah Lengah

Dugaan kebocoran data aplikasi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Electronic Health Alert Card/eHAC) di