https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 August 2021 - 11:59 wib

Ternyata Menderita 'Dibully' Bisa Ringankan Hukuman

Belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap secara hukum, terdakwa belum tentu bersalah. Tetapi sudah mendapat cercaan, hinaan, dan vonis masyarakat bisa meringankan hukuman. Ini adalah dasar pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi meringankan hukuman mantan Menteri Sosial Juliari Batubara. 

Hari vonis bagi Juliari mempersembahkan adegan satire dan jenaka bagi rakyat. Kenapa? Baru tahu jikalau menderita karena 'dibully' ternyata bisa meringankan hukuman bagi koruptor. Bagai 'kilat' yang menyambar jidat. Barisan pegiat maupun rakyat anti korupsi kaget nyaris 'kesurupan' akibat bingung. Masih tak menyangka. 

Pertimbangan hakim itu setidaknya memberitahu kita agar memikirkan sampai meresap ke dalam hati. Sesekali mengendap dan menginap di ruang bawah sadar, lalu merekam tentang sejarah perjalanan proses hukum koruptor di republik ini.

Walaupun Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis memvonis Juliari 12 tahun penjara dan pidana denda sejumlah Rp 500 juta subsider 6 bulan pidana kurungan. Belum mampu menggeser kecut hati rakyat. 

Refleksi kritis diskusi intensif masih bergulir. Dari tukang ojek hingga pakar kawakan tetap saja buncah. Merasa ada getar dan ganjil  lalu bertanya ada apa di sana? Entah apa? Tak ada jawaban. Biarkan mereka dan Tuhan yang tahu. 

Rakyat Salah Bully Juliari?

Logika hakim meringankan Juliari ibaratkan pedang bermata dua. Pertama, seakan alarm bila terjadi kasus korupsi, sang pelaku jangan dicerca. Sebab  potensi menjadi pertimbangan vonis hakim meringankan hukuman terdakwa. 

Kedua, terdakwa korupsi bisa saja secara diam-diam menggerakan orang secara gencar melakukan cercaan dan hinaan atas nama masyarakat agar mendapat keringanan hukuman saat vonis nanti. Bagaimana pendapat Anda? Semoga ini prediksi yang keliru. 

Keringanan Juliari Beban Bagi Kita

Secara terbuka publik tahu bahwa dalam bacaan dakwaan, Juliari dinyatakan bersalah menerima uang suap Rp 32,482 miliar berkaitan dengan bansos corona di Kemensos. Perbuatan ini bisa dikatakan telah hilang rasa belas kasihannya. Memakan bagian orang susah yang sangat terdampak di tengah bencana kemanusian.

Dalam situasi krisis seperti sekarang ini, dasar pertimbangan hakim terhadap Juliari menambah lebar diameter luka rakyat terhadap proses penegakan hukum. Hati sudah ringkih. Akhirnya memikul dua beban. Pertama pergumulan hidup pribadi sendiri selama menjejaki kehidupan. Kedua, tak ada jawaban dari berbagai spekulasi pertanyaan dalam pikiran usai membaca logika hakim dalam meringankan hukuman Juliari.

Tidak salah dengan kondisi demikian karena semua juga memiliki hak untuk memiliki pilihan hidup yang prioritas. Tetapi perlu diingat, sesuatu yang dilakukan cepat atau lambat akan berdampak pada kejadian masa mendatang. 

Dalam dunia ini tak ada yang sempurna. Semoga tak ada kebencian karena membenci merupakan beban yang terlalu besar untuk ditanggung. Tegar tetap hadapi hal baik begitu juga yang buruk. Keduanya sama bernilai. Hal baik mendatangkan kebahagiaan, hal buruk memperkaya pengelaman.

Pada intinya semangat mengawal dan mengkritisi proses pemberantasan korupsi meski terus mengaliri ruang demokrasi karena korupsi adalah extraordinary crime atau kejahatan luar biasa.





Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Kompak Tak Ajukan Banding, KPK Segera Eksekusi Vonis Juliari Batubara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengeksekusi vonis 12 tahun penjara mantan Menteri Sosi
berita-headline

Viral

Tok, 12 Tahun Penjara untuk Eks Mensos Juliari

Majelis Hakim Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan hukuman 12 tahun
berita-headline

Viral

Bekas Mensos Juliari Disuruh Bayar Rp14,59 Miliar, Hartanya Ada Berapa?

Bekas Menteri Sosial Juliari Peter Batubara diganjar membayar uang pengganti Rp14,5 miliar oleh P
berita-headline

Viral

Menanti Vonis eks Mensos Juliari, KPK Optimis 11 Tahun

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) optimis majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta akan me
berita-headline

Viral

KPK Apresiasi Vonis Uang Pengganti Rp14,59 Miliar Eks Mensos Juliari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadi