https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 August 2021 - 14:08 wib

'Belok ke Kiri Tapi Lampu Sein ke Kanan'

'Mau belok ke kiri tapi lampu sein ke kanan', ungkapan itu sering keluar dari mulut pengendara sepeda motor yang biasanya berada di belakang sepeda motor yang dikendarai kaum hawa.

Ya, umumnya para pengendara motor perempuan kerap menjadi perbicangan publik lantaran perilakunya saat berkendara di jalan raya. Sejatinya bukan hanya perempuan saja yang mengendarai sepeda motor dengan perilaku semaunya, karena banyak juga pengendara motor laki-laki yang membahayakan diri sendiri maupun sekitarnya.

Namun lelucon atau meme-meme yang beredar di media sosial justru adalah perempuan atau emak-emak dengan perilakunya saat mengendarai sepeda motor di jalan raya, hingga akhirnya muncul stigma 'The Power of Emak-Emak.

'The Power of Emak-Emak' adalah ungkapan yang menggambarkan kehebatan seorang perempuan. Tapi ada juga yang menyebutkan ungkapan itu muncul ketika seorang perempuan dengan aksinya yang menunjukkan bahwa dia adalah orang yang paling benar.

Berikut adalah hal-hal yang kerap ditemukan ketika seorang perempuan mengendarai sepeda motor;

1. Lupa Mematikan Lampu Sein
Salah satu pemandangan yang kerap ditemukan di jalan raya adalah perempuan pengendara motor yang hendak berbelok ke kiri tapi lampu sein yang menyala adalah lampu kanan, atau sebaliknya hendak belok ke kanan tapi lampu sein yang menyala malah sebelah kiri.

Situasi seperti tersebut tentu pengendara yang berada di belakangnya akan 'ngedumel' merasa kesal, karena akan kebingungan dalam berkendara.

Lampu sein adalah lampu isyarat kendaraan akan berbelok atau pindah jalur ke kiri atau kanan sehingga tidak membahayakan pengendara yang ada di depan atau di belakangnya. Setelah kendaraan berbelok dan berjalan di jalurnya, sebaiknya lampu sein kembali dimatikan.

2. Putar Balik Secara Tiba-Tiba
Seringkali ditemukan pengendara yang mengemudikan kendaraannya tanpa melihat sekelilingnya untuk bermanuver. Seperti halnya memutar balik kendaraan tanpa melihat situasi di belakangnya. Tentunya hal itu akan membahayakan keselamatan diri dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Karena itu sebaiknya pengendara yang hendak berputar balik, sebaiknya melihat kanan atau kiri serta bagian belakang kendaraannya terlebih dulu. Setelah dirasakan aman, pengendara bisa melanjutkan kendaraannya untuk berputar balik.

3. Berhenti Mendadak

Tak jarang pengendara motor perempuan yang secara tiba-tiba menghentikan kendaraannya saat melintas di jalan raya. Hal ini tentu sangat membahayakan pengendara lain yang ada di belakangnya karena terkejut saat kendaraan melintas kencang, tiba-tiba harus mengerem mendadak.

Jika pengendara yang di belakangnya tidak sempat mengerem, tentu akan terjadi kecelakaan. Hal-hal seperti inilah yang harus dihindarkan.

Pengendara yang hendak berhenti mendadak sebaiknya melambatkan terlebih dahulu kendaraannya dan menyalakan lampu sein untuk pindah jalur ke sebelah kiri. Dengan begitu, pengendara yang berada di belakangnya tentu akan membaca pergerakan kendaraan di depannya.

4. Melintas di Jalur Cepat Tapi Pelan

Jalur cepat atau jalur tengah umumnya digunakan untuk kendaraan dengan kecepatan tinggi, namun jika ada pengendara motor yang melintas pelan di jalur tengah tentu menjadikan kendaraan yang ada di belakangnya jengkel atau kesal. Jika kondisi ini di jalan raya yang sempit tentu akan mengakibatkan kemacetan lantaran tidak bisa mendahului kendaraan yang lambat di depannya.

Jika pengendara yang tidak ingin memacu kecepatan kendaraannya di jalan raya, sebaiknya melaju di ruas sebelah kiri jalan, sehingga pengendara yang di belakangnya bisa mendahului tanpa ragu-ragu. Dengan begitu ruas jalan pun akan lancar tak ada gangguan.

Menanggapi banyaknya perilaku perempuan atau emak-emak yang mengendarai motor tanpa memikirkan keselamatan diri dan sekelilingnya, pihak kepolisian mengimbau agar setiap pengendara wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebelum turun ke jalan raya. Dengan begitu diharapkan semua pengendara dapat memahami rambu-rambu lalu lintas.

"Layak atau tidaknya itu ditentukan dari Surat Izin Mengemudi, dari situlah ukurannya mereka layak apa tidak berkendara," kata Bripda Rizka Febri dari Korps lalu Lintas Polri.

Karena itu dirinya berharap setiap pengendara, baik perempuan maupun laki-laki sebaiknya memiliki SIM. Jika semua pengendara sudah memiliki SIM, tentu tidak ada lagi kasus 'Belok ke Kiri Tapi Lampu Sein ke Kanan'.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan