https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   25 August 2021 - 11:52 wib

Inovasi Pemetaan Bawah Air untuk Cegah Banjir

BMKG mengungkapkan, musim hujan 2020-2021 di Indonesia masuk tahun terbasah kelima sepanjang 40 tahun terakhir. Faktor terjadinya pendangkalan di daerah aliran sungai turut menjadi salah satu penyebab banjir datang di suatu daerah.  Ini terjadi akibat banyaknya material sedimen seperti lumpur, pasir atau sampah yang mengendap di dasar sehingga sungai atau danau menjadi dangkal. Hal tersebut menyebabkan berkurangnya kapasitas untuk menampung air saat musim penghujan.

Salah satu solusinya adalah perlu dilakukan pengerukan atau pengangkatan material sedimen di daerah aliran sungai atau danau ini harus dilakukan. Sayangnya, karena sungai dan danau memiliki jarak geografis yang sangat luas maka pengecekan sedimentasi secara manual menjadi tidak efektif dan efisien.
 
Datascrip sebagai authorized distributor Chcnav di Indonesia menghadirkan solusi perangkat survei Apache 3 yang dapat memetakan kondisi kedalaman bawah air dan juga perhitungan sedimentasi bawah air secara otomatis. Dengan solusi ini, pengukuran dan pemetaan kondisi sedimentasi bawah air dapat lebih efektif, efisien dan akurat.

Chcnav Apache 3 berupa perangkat Unmanned Surface Vessel (USV) atau kapal tanpa awak yang ringkas dan sangat mudah dioperasikan. Metode survei dengan USV merupakan sebuah terbosan teknologi dalam pekerjaan batimetri dan pemetaan hidrografi.

Kita bisa melakukan survei dari jarak jauh dengan remote control, dari tepi sungai atau danau. Apache 3 dapat bekerja secara otomatis hingga rentang jangkauan 2 Km untuk mengirim data kedalaman di bawah permukaan air.

Apache 3 ini dilengkapi dengan teknologi sensor Single Echo Sounder untuk melakukan pengukuran kedalaman dari 0,15m - 200m. Data yang ditangkap oleh sensor bisa langsung dikirim dan dilihat secara real time kinematic melalui software HydroSurvey dari CHC.

Sensornya telah terkoneksi dengan Global Navigation Satelite Systems (GNSS) dan sensor arah sehingga dapat beroperasi secara otomatis dengan lancar. Selain itu, perangkat ini juga dibekali sensor IMU memungkinkan survei tanpa gangguan sinyal seperti saat USV melintas di bawah jembatan, bahkan jika digunakan pada kondisi perairan yang arus atau aliran airnya deras dan tidak beraturan sekalipun.

Kita bisa menghemat waktu karena USV APACHE 3 dibekali dengan motor penggerak berkecepatan 7.000 rpm yang dapat melaju hingga kecepatan 5 meter per detik. Data diproses dan diekstrasi dengan menggunakan software HydroSurvey untuk menyiapkan model 3D yang akan digunakan sebagai referensi dasar dalam menilai kandungan lumpur atau tingginya sedimentasi yang akan dihilangkan.