https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   25 August 2021 - 11:36 wib

Internet Banking Anda Terancam Dirampok 'Joker'

Pihak kepolisian Belgia baru ini memperingatkan akan kembalinya virus Joker yang menginfeksi perangkat Android dan mampu bersembunyi dalam aplikasi di Google Play Store.

Yang parahnya virus trojan joker ini mampu untuk meretas tagihan yang ada di smartphone, juga berbagai perijinan perangkat tanpa persetujuan penggunannya. Yang lebih mengerikan bahkan bisa mengosongkan rekening internet banking kita tanpa sadar.

"Program berbahaya ini telah terdeteksi di delapan aplikasi Play Store yang telah disembunyikan Google," kata pihak berwenang Belgia, dalam keterangan yang dipublikasikan di situs resminya, dikutip dari Entrepreneur.

Malware Joker mulai terkenal ke publik sejak tahun 2017, lantaran berhasil menginfeksi dan merampok korbannya dengan bersembunyi di berbagai aplikasi. Sejak itu, sistem pertahanan Google Play Store telah menghapus sekitar 1.700 aplikasi dengan malware Joker sebelum diunduh oleh pengguna.

Kemudian pada September 2020, virus Joker kembali ditemukan di 24 aplikasi Android, dan tercatat semua aplikasi itu telah lebih dari 500 ribu diunduh sebelum dihapus.

Diperkirakan waktu itu memengaruhi lebih dari 30 negara termasuk Amerika Serikat, Brasil, dan Spanyol. Melalui langganan yang tidak sah, peretas dapat mencuri hingga USD7 per langganan mingguan, angka yang kemungkinan besar meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Virus Trojan Joker milik keluarga malware yang dikenal sebagai Bread, yang tujuannya adalah untuk meretas tagihan ponsel dan melakukan operasi tanpa persetujuan pengguna.

Menurut Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Doktor Pratama Persadha solusi dari mengatasi virus ini adalah pengguna cukup dengan selalu rutin memeriksa apakah diperangkat smartphonenya terdapat salah satu dari aplikasi yang terdeteksi mengandung virus joker didalamnya.

"Jika sudah terinstall maka segera menghapusnya secara manual, karena walaupun dari pihak Google sudah menghapusnya dari Google Play Store namun tidak berarti sudah otomatis terhapus dari perangkat," ujar Pratama kepada INILAHCOM, Rabu (25/08/2021).

Adapun sebelumnya peneliti dari perusahaan cybersecurity Quick Heal Security Lab, menjelaskan bahwa virus ini dapat memasukkan pesan teks, kontak, dan informasi lain di smartphone yang terinfeksi. Berikut adalah daftar aplikasi yang terpengaruh:
-    Auxiliary Message
-    Element Scanner
-    Fast Magic SMS
-    Free CamScanner
-    Go Messages
-    Super Message
-    Super SMS

Kendati yang membuat malware ini sangat berbahaya adalah kemampuannya untuk masuk ke pengguna berlangganan Android yang terhubung ke layanan berbayar. Biasanya versi Premium atau yang paling mahal, tanpa izin sebelumnya.

Pada awalnya, aplikasi yang terinfeksi Joker atau Malware lain dari keluarga ini melakukan penipuan melalui SMS, tetapi kemudian mulai menyerang pembayaran daring.

Kemudian teknik ini memanfaatkan integrasi operator telepon dengan vendor, untuk memudahkan pembayaran layanan dengan tagihan seluler.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Erick Thohir Apresiasi Kerja Sama PPA dengan BPKH dan Bank Muamalat

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kerja sama antara PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)
berita-headline

Viral

Bank BJB Raih Penghargaan dari Warta Ekonomi Indonesia Best Bank 2021

Penghargaan demi penghargaan diterima oleh Bank BJB karena berhasil membuktikan diri sebagai bank
berita-headline

Viral

Erick Thohir Mimpi Berinvestasi Bangun Rumah Haji di Mekkah

Menteri BUMN Erick Thohir memiliki mimpi untuk berinvestasi membangun rumah haji di Tanah Suci Me
berita-headline

IXU

Tips Percepat Pelunasan KPR, Dari 15 Tahun Jadi 5 Tahun Saja

Bagi kaum KPR-an, cicilan puluhan tahun adalah resiko punya rumah dengan dana terbatas. Tapi tahu
berita-headline

Viral

Bank Indonesia: Cadangan Devisa pada Agustus Naik Jadi US$144,8 Miliar

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa negara pada akhir Agustus 2021 mencapai US$14