https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   26 August 2021 - 12:49 wib

Tanto Gunawan 'Kubur' Rasa Malu Demi Seragam Bekas Buat Anak

Pandemi Covid-19 masih menyisakan berbagai masalah bagi masyarakat di kota-kota besar juga daerah terpencil. Akibat perekonomian tak menentu, warga terpaksa berbuat apa saja demi kebutuhan mendesak.

Setiap orang tua pastinya menginginkan yang terbaik bagi sang buah hati. Kata orang kasih ibu sepanjang masa, tetapi tepat juga kalau ditambah kasih orangtua sepanjang zaman. Artinya sang ayah juga rela bekerja keras melakukan apa saja demi  hidup keluarganya.

Perjuangan Tanto Gunawan Demi Seragam Bekas


Perjuangan orang tua memang tak ada yang instan. Melalui 'badai dan gelombang' persoalan datang silih berganti menemani hari-harinya.  Perlu sebagai seorang anak kita hargai prosesnya. Seperti aksi yang dilakukan seorang ayah bernama Tanto Gunawan warga Kampung Tugu RT/RW 001/009, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Walaupun Tanto bukanlah superhero, tetapi pria berusia 47 tahun itu adalah ayah yang hebat bagi anak-anaknya. Dia mengubur dalam-dalam rasa malu demi sang anak bisa sekolah.  

Tak mempunyai uang untuk membeli baju seragam, di sisi lain anak-anaknya harus sekolah. Pria bertubuh ramping itu beradu nasib dengan mengharapkan rasa iba warga.

Mengawali dengan berkeliling perkampungan. Satu persatu pintu rumah warga diketuk. Saat dibuka, permintaannya cuman satu, adakah seragam bekas yang tak dipakai? Harapannya berkenan diberikan kepada anaknya.

Sudah berusaha sekuat tenaga, keberuntungan masih saja belum berpihak padanya. Tak mendapatkan sepotong pun baju sekolah bekas. Pada ujungnya hanya pasrah.

Tanto Gunawan merupakan orang tua tunggal. Bekerja sebagai tukang tambal perahu. Hidup bersama empat anaknya yaitu Bagas Panca Wijaya (16), Teti Nurhayati (9), Putri Nurhayati (7) dan Peronika Adista (5). Bagas minggu ini masuk ke sekolah SMK. Ia terpaksa menggunakan seragam SMP di hari pertama sekolah karena tak punya seragam SMK.

Meskipun keluarga miskin, setidaknya Tanto Gunawan memiliki keyakinan bahwa pendidikan adalah senjata ampuh menguasai dunia. Keterbatasan tak mampu memenjarakan semangat anak-anaknya memperoleh pendidikan. Mereka bisa menjadi contoh.

Betapa pentingnya pendidikan dalam mengubah hidup manusia bahkan bangsa. Negara yang maju menandakan setiap warganya bisa mengakses pendidikan dengan baik, termasuk anak miskin sekali pun.

Perjuangan Tanto Gunawan Dijawab Lewat Cara Lain

Tak ada orang yang bisa mencapai kesuksesan atau meraih mimpi mereka hanya dengan duduk bersantai. Kenyataannya, orang sukses pun mengorbankan waktu istirahat bahkan kesehatan  untuk mewujudkan mimpi.  Akhirnya meski tak mendapat bantuan dari warga saat keliling perkampungan, namun perjuangan Tanto Gunawan dijawab dengan cara yang berbeda.

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya merespon langsung kabar ada warganya yang tak memiliki baju seragam untuk sekolah. Ia memerintahkan jajarannya segera menemui Tanto Gunawan dan memenuhi kebutuhannya.

"Terima kasih atas informasi netizen, Alhamdulillah Dinsos Lebak sudah menangani hal tersebut," tulis akun Twitter @sahabat_NengVia.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan