https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   26 August 2021 - 15:24 wib

Ini Penyebab Banyak Siswa Tak Dapat Kuota Gratis

Pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan (daring) menjadi kegiatan sehari-hari yang dilakukan setiap siswa, untuk mendukung sekolah daring tentunya setiap siswa membutuhkan kuota internet.

Karena itu pemerintah memberikan bantuan kuota internet gratis untuk aktivitas siswa belajar daring di rumah. Namun keluhan yang muncul adalah banyak siswa yang tidak bisa mendapatkan bantuan internet gratis seperti yang telah dijanjikan.

Menjawab permasalahan publik, Plt Kepala Pusdatin Kemendibudristek Hasan Chabibie menjelaskan penyaluran bantuan kuota internet untuk siswa atau pengajar adalah yang data dan nomor ponselnya sudah terdaftar. Pihak kepala sekolah harus menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang menyatakan kebenaran data yang diberikan.

"Peserta didik kita jumlahnya lebih dari 50 juta, namun yang mengirimkan SPTJM tidak sebanyak itu. Itu yang menjadi dasar kami pembagian kuota tidak sebanyak itu," jelasnya.

Menurut dia, pembagian kuota tidak sebanyak jumlah total siswa nasional, sehingga tidak semuanya mendapat kuota internet gratis. Berikut beberapa penyebab kuota internet gratis tidak diterima:
1. Ganti nomor
Bagi penerima bantuan kuota tahun lalu yang ganti nomor dan tidak melaporkan ke sekolah atau kampus, maka kuota 2021 tak bisa cair. Penerima kuota yang nomornya berubah dan belum menerima bantuan, harus terlebih dahulu melaporkan ke satuan pendidikan untuk mendapatkan bantuan.

Nantinya, pimpinan/operator satuan pendidikan mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). SPTJM ini untuk nomor baru atau nomor yang berubah pada laman sesuai tingkatan pendidikan, yaitu Jenjang PAUD, dikdas, dan dikmen melalui laman http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id Jenjang pendidikan tinggi melalui laman http://pddikti.kemdikbud.go.id.

2. Belum lapor
Bagi yang belum pernah mendapatkan tetapi memenuhi syarat, dapat melaporkan ke sekolah atau kampus masing-masing dengan memberitahukan nomor teleponnya. Laporkan ke operator/pimpinan satuan pendidikan agar dapat diusulkan dengan pengajuan SPTJM pada bulan berjalan. Jika telah dilakukan usulan SPTJM pada bulan berjalan, bantuan paket data akan diterima di bulan selanjutnya.

3. Penggunaan di bawah 1 GB
Bagi orang-orang yang pernah mendapatkan bantuan kuota sebelumnya, tetapi tidak digunakan sampai habis, maka kuota 2021 bisa tak cair. Dijelaskan, penerima yang menggunakan kuota bantuan di bawah 1 GB maka tak bisa menerima bantuan kembali.

4. Tidak memenuhi syarat
Kemungkinan lain bagi yang belum mendapatkan bantuan kuota dapat disebabkan karena syarat yang tak terpenuhi.

Penerima bantuan kuota harus memenuhi sejumlah syarat, yakni: Peserta Didik pada PAUD dan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
- Terdaftar di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
- Memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik/orang tua/anggota keluarga/wali Pendidik pada PAUD dan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
- Terdaftar di aplikasi Dapodik dan berstatus aktif
- Memiliki nomor ponsel aktif Mahasiswa
- Terdaftar di aplikasi PDDikti, berstatus aktif dalam perkuliahan atau sedang menuntaskan gelar ganda (double degree)
- Memiliki nomor ponsel aktif. Dosen
- Terdaftar di aplikasi PDDikti dan berstatus aktif
- Memiliki nomor registrasi (NIDN, NIDK, atau NUP) Memiliki nomor ponsel aktif.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Terlalu Lama Daring, Puluhan Siswa SMA Pilih Menikah

Sejumlah bangku sekolah di beberapa SMA dan SMK Kota Mandailing Natal, Sumatra Utara tampak koson
berita-headline

Viral

Ini Alasan Sekolah di Medan Belum Diizinkan Tatap Muka

Sebagian besar wilayah Jawa-Bali sudah melakukan sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka