https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   27 August 2021 - 05:41 wib

Talenta Digital Menjadi Pelindung Sektor Kesehatan

Pengembangan telemedis sebagai solusi kesehatan dengan pemanfaatan teknologi di tengah pandemi Covid-19 menjadi salah satu agenda dalam percepatan transformasi digital. Dalam gelaran Mendix Virtual Hackathon 2021 telah memfasilitasi para talenta digital untuk berkreasi dalam menciptakan inovasi digital dengan tema “Peranan Mobile Apps dalam Mendukung Industri Alat Kesehatan, Farmasi, dan Rumah Sakit untuk Membantu Penanganan Pandemi Covid-19”. Kompetisi ini juga semakin memperkuat komitmen untuk mendukung talenta digital Indonesia.

“Saat ini jika melihat data, kita hanya memiliki 1,1 juta talenta digital, padahal kita membutuhkan 9 juta untuk eksis di bidang digital. Ini harus ditingkatkan 9 kali lipat,” ujar Hary Budiarto - Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang menjadi salah satu pembicara utama.

Sebelum memasuki kompetisi, para peserta diberikan pembekalan melalui workshop tentang peran teknologi low-code untuk bisnis dan penanganan pandemi Covid-19. Para pembicara utamanya adalah Hary Budiarto - Kepala BPSDM dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Alex Teo - Vice President & Managing Director South East Asia dari Siemens Digital Industries Software, Martin Brehm - Solution Architect dari Amazon Web Services, Riza Muhammad Nurman - Asesor & Senior Faculty dari CCIT FTUI, dan Jornt Moerland - Regional Vice President Asia Pacific dari Mendix.

Dalam kompetisi ini, para peserta diminta untuk membuat prototype aplikasi menggunakan Mendix. Aplikasi yang diciptakan oleh para talenta digital nantinya diharapkan dapat mendukung kinerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di industri alat kesehatan, farmasi, dan rumah sakit.

“Ini adalah transformasi yang membantu masyarakat dan bisnis untuk menemukan peluang usaha baru di era ekonomi dunia berbasis pengetahuan. Indonesia memiliki peluang besar untuk menempatkan posisinya lebih baik lagi, khususnya bagi para sumber daya manusia yang berbasis ilmu pengetahuan. Sebagai contoh, kegiatan Hackathon menjadi bukti nyata Mendix dapat mempercepat proses pengembangan ide dalam mencapai suatu tujuan. Mendix juga dapat mendukung sistem pengembangan e-Goverment Indonesia menjadi lebih baik lagi,” ujar Alex Teo - Wakil Presiden & Managing Director Asia Tenggara industri Perangkat Lunak Digital Siemens pada sesi workshop.

Mendix sendiri, yang wajib digunakan oleh peserta kompetisi, merupakan platform dengan teknologi low-code dari Siemens Digital Industries Software, yang dapat menyederhanakan proses pengembangan aplikasi dengan menggunakan kode minimal.

“Mendix merupakan satu-satunya platform yang memenuhi semua elemen spektrum pengembangan berbasis aplikasi. Platform ini dapat digunakan secara kolaboratif oleh semua orang dari berbagai macam keahlian profesional yang ingin mengembangkan idenya menjadi solusi,” ujar Jornt Moerland - Wakil Presiden Regional Asia Pasifik Mendix mengatakan pada sesi workshop.

Penilaian terhadap aplikasi yang dibuat oleh para peserta dilakukan oleh para profesional di bidangnya. Mereka adalah Martin Brehm - Solution Architect dari Amazon Web Services, Anthony Wang - Presale Solutions Consultant dari Siemens Digital Industries Software, Riza Muhammad Nurman - Asesor & Senior Faculty dari CCIT FTUI, dan Jornt Moerland - Regional Vice President Asia Pacific dari Mendix.

Dari seluruh calon peserta yang mendaftar, hanya 16 tim yang terpilih untuk dapat mengajukan proposal lamaran dan mengikuti kompetisi Mendix Virtual Hackathon 2021. Berdasarkan hasil penilaian juri terhadap proposal dari 16 tim, terpilih 5 tim yang maju ke tahap prototype menggunakan Mendix dan mempresentasikan prototype tersebut di tahap elevator pitch.

Pada tahap elevator pitch, setiap tim diberikan waktu 5 menit untuk presentasi dan 10 menit untuk tanya jawab dengan juri. Dari tahap ini, juri memutuskan 3 tim yang berhak menjadi pemenang kompetisi.

Juara 1 diraih oleh Gardyan Priangga A., Ardimas Andi P., dan Nunung Nurul Q. dengan aplikasi “NuMed” yang berhak atas hadiah 1 unit laptop dan 1 unit smartphone. Juara II diraih oleh Gema Pratama P. dan Michael Sugiarto dengan aplikasi “Covid Club” yang berhak atas hadiah 1 unit laptop dan hadiah berupa e-voucher senilai 1,5 juta. Dan juara ketiga diraih oleh Jeni Kasturi, M Azka Aulia, Tiara Zilzaha AA dengan aplikasi “Cubic Heart” yang berhak atas hadiah 1 unit laptop.

Salah satu peserta dari kompetisi ini juga telah membeli lisensi Mendix untuk mengembangkan aplikasi logistik yang fokus pada industri farmasi.

Diharapkan dari kompetisi Mendix Virtual Hackathon 2021, akan semakin banyak bermunculan inisiatif-inisiatif baru di bidang teknologi dari para digital talent Indonesia. Tidak hanya untuk membantu pemerintah menghadapi pandemi Covid-19, tetapi juga untuk kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang lebih baik di masa depan.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Empati

Pasien Covid Tak Harus Meninggal, Cukup Terapi Multivitamin

Dokter Estetika Amira Farahnaz, sudah 18 bulan berkutat dalam menangani pasien Covid-19. Tingkat
berita-headline

Viral

Sekitar 90 Persen UMKM di Bandung Terdampak Pandemi

Berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Kota Bandung, sebanyak 90
berita-headline

Viral

Halodoc Masuk Daftar 100 Layanan Kesehatan Digital Top Dunia

Perusahaan telemedisin Indonesia, Halodoc, dinobatkan sebagai salah satu dari 100 perusahaan laya
berita-headline

Inersia

Pentingnya Perhatikan Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang marak dibicarakan terutama di masa pandemi saat ini.
berita-headline

Viral

Indonesia Capai 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, Indone