https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   27 August 2021 - 13:48 wib

Penting, Literasi Keuangan untuk Para Perempuan

Pandemi COVID-19 telah membawa dampak negatif, termasuk bagi para perempuan dan pelaku UMKM perempuan.

Untuk kembali bangkit dan memperoleh pembiayaan, banyak di antara mereka yang memilih solusi pembiayaan instan, namun sangat berisiko, yaitu pinjaman online ilegal.
Dalam memberantas pinjaman online ilegal ini, OJK tentu tidak dapat bergerak sendirian.

"Oleh karena itu, kami mengapresiasi Visa dan program #IbuBerbagiBijak yang selama beberapa tahun terakhir ini terus berupaya meningkatkan literasi keuangan bagi para Ibu dan pelaku UMKM perempuan," kata Tirta Segara, Anggota Dewan Komisioner OJK yang Membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Jakarta, Jumat, (27/08/2021).

Program ini dapat mengedukasi para pelaku UMKM dalam mengelola keuangannya secara bijak di era new normal.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman akan berbagai produk keuangan yang tersedia, termasuk kredit atau pembiayaan dari entitas yang legal di bawah pengawasan OJK.

"Hal ini penting untuk menghindari jebakan pinjaman online ilegal yang mengenakan suku bunga sangat tinggi, disertai dengan perilaku debt collector yang meresahkan," tambahnya.

Berdasarkan survey terakhir Bank Indonesia, UMKM yang bertransformasi dan mengadopsi digitalisasi bisnis dan diversifikasi produk mampu tetap tumbuh selama pandemi.
Optimisme dan kapasitas UMKM untuk beradaptasi dengan digitalisasi dan era new normal perlu terus diperkuat, disertai dengan peningkatan literasi keuangan dan literasi digital untuk mengoptimalkan pemanfaatkan digitalisasi oleh UMKM.

Kami menyambut baik program Visa #IbuBerbagiBijak yang dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan literasi keuangan UMKM, terutama pelaku usaha perempuan. Kami juga mengapresiasi upaya Visa yang menyertakan pendampingan melibatkan fasilitator yang berpengalaman untuk pemberdayaan usaha UMKM, sehingga UMKM dapat tumbuh berkelanjutan," kata Yunita Resmi Sari, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia.

Lantas, apa yang dipelajari. Salah satunya adalah membuat sebuah rencana anggaran.

Sebuah rencana anggaran adalah rencana untuk pendapatan dan pengeluaran Anda di masa depan yang bisa digunakan sebagai panduan untuk menyisihkan uang dan pembelanjaan.

Kebanyakan dari kita memiliki pengeluaran lebih banyak dari pendapatan.

Kunci dari hidup sesuai kemampuan adalah mengetahui berapa pendapatan dan pengeluaran kita.

Sebuah rencana anggaran bulanan yang baik bisa membantu Anda memastikan bahwa Anda membayar semua tagihan tepat waktu, Anda memiliki cukup dana untuk membiayai hal-hal yang tidak terduga serta kegawatdaruratan, juga untuk mencapai tujuan keuangan Anda.

Sebagian besar informasi yang Anda butuhkan sebenarnya ada di depan Anda.

Untuk membuat atau memperbaiki rencana anggaran Anda, ikuti beberapa langkap di bawah ini.

1. Jumlahkan semua pendapatan


Untuk memulai perencanaan anggaran, pertama-tama Anda perlu mengidentifikasi dan mencatat berapa jumlah pendapatan Anda.

Pastikan Anda menyertakan semua sumber pendapatan seperti gaji, imbal balik tabungan/investasi, pensiun dan semua bentuk pendapata – termasuk pendapatan pasangan Anda, jika Anda sudah menikah.

Jika Anda mendapat gaji secara teratur, pastikan Anda menggunakan gaji bersih yang Anda benar-benar bawa pulang, bukan gaji kotor Anda.

Pajak biasanya sudah dikurangi dari gaji yang ditransfer atau Anda terima, tapi jika tidak, pastikan Anda memasukannya sebagai pengeluaran. Jika ada pendapatan tambahan lain atau yang tidak tetap, masukkan dalam kategori "Pendapatan Lainnya".

2. Perkirakan Pengeluaran

Cara paling baik adalah sebelum menyusun anggaran, Anda melakukan pencatatan semua pengeluaran dalam sebulan. Bagilah antara pengeluaran tetap dan pengeluaran tidak tetap.

Pengeluaran tetap adalah pengeluaran-pengeluaran yang selalu ada dari bulan ke bulan, seperti sewa dan pembayaran premi asuransi.

Pengeluaran tidak tetap adalah pengeluaran yang berubah-ubah jumlahnya dari bulan kebulan, seperti makan di luar dan hiburan. Jika beberapa pengeluaran berubah drastis tiap bulannya, ambillah nilai rata-rata tiga bulan.

3. Hitung Sisanya

Setelah menjumlah semua pendapatan dan pengeluaran, kurangilah pendapatan dengan pengeluaran untuk mendapatkan nilai sisanya.

Angka yang positif berarti Anda memiliki pengeluaran lebih sedikit dari pendapatan, Selamat.

Angka yang negatif berarti pengeluaran Anda lebih besar dari pendapatan Anda. Artinya, Anda harus memangkas beberapa pengeluaran supaya bisa hidup sesuai kemampuan..

Nah, sudah! Selamat! Anda sudah membuat rencana anggaran Langkah berikutnya adalah mengecek rencana anggaran ini secara berkala untuk memastikan Anda sesuai dengan rencana.

Jika Anda tidak mampu mengikutinya, coba tinjau dan susun ulang rencana anggarannya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Besok, Taman Impian Jaya Ancol Dibuka Untuk Umum, Simak Peraturannya

Kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol kembali dibuka untuk umum mulai Selasa (14/9/2021) besok d
berita-headline

Inersia

Pandemi, Tingkat Kematian Ibu dan Bayi Lebih Tinggi

Pandemi membuat para ibu hamil menjadi sungkan ke rumah sakit. Hal itu karena rumah sakit diangga
berita-headline

Inersia

Gaya Generasi Milenial dan Z dalam Mengatur Keuangan

Generasi milenial dan z memiliki gaya pengelolaan keuangan yang berbeda dengan generasi sebelumny
berita-headline

Kanal

Ternyata Menderita 'Dibully' Bisa Ringankan Hukuman

Belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap secara h
berita-headline

Kanal

Masalah Swasembada Gula, Erick Thohir Janji Akan Benahi

Menteri BUMN Erick Thohir akan menjalankan swasembada gula konsumsi ke depan meski tidak mudah ka