https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   27 August 2021 - 16:26 wib

Lahirnya Kolaborasi Lewat Rasa

Jakarta menjadi kota kolaborasi ternyata bukan hanya sekedar cita-cita. Tetapi Jakarta memang sudah memiliki sejarah panjang dalam kolaborasi di segala bidang.

Kolaborasi memang bisa dilihat dalam bentuk apapun.

Mereka adalah Abenk Alter, Febian Sumaputra, dan Adi Dharma. Tiga anak muda kreatif itu mengupas tentang seluk beluk bentuk dari sebuah kolaborasi.

Dipandu oleh Novrizal Pratama, tema yang diangkat pada hari pertama gelaran Jakarta Metaverse kali ini adalah Why you should collaborate. Money or fame?

Awal Mula Kolaborasi Lahir

Karya-karya yang lahir dari bentuk kolaborasi tidak asal begitu saja keluar.

Perlu adanya kerjasama antara kedua belah pihak untuk saling mendukung satu sama lain.

Adi Dharma mengaku, sebuah kolaborasi akan terjadi ketika satu sama lain saling suka.

"Kalau sudah saling suka kan nanti bisa jadian. Terjadi kayak chemistry untuk menciptakan hal yang baru. Saling bisa melunturkan ego masing-masing. Kemudian lahir sebuah karya," kata Adi Dharma saat bincang Jakarta Metaverse, Jakarta, Jumat, (27/08/2021).

Adi Dharma adalah seorang senimal yang sangat dikenal melahirkan beragam mural. Seniman Grafiti yang dikenal dengan nama Stereoflow itu pernah menggagas Mural untuk Jakarta.

Salah satu karyanya terpampang di tembok berukuran 20x15 meter di sekitar MRT Cipete Raya, Jakarta Selatan.